HAPPENINGHEADLINENTBTERKINI

Berbasis SDM Lokal, Industri Konstruksi Daerah Kian Kompetitif Berkat PT DIU

Mataram, NARASIMEDIA.NET

PT Damai Indah Utama (DIU), perusahaan konstruksi yang sudah berdiri sejak 1984 di Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan yang beralamat di Jl. Dr. Soedjono No.187, Lingkar Selatan, Mataram ini secara bertahap memperkuat kapabilitasnya melalui penerapan standar internasional dan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia perusahaan.

Memiliki Visi menjadi perusahaan konstruksi unggulan di Nusa Tenggara Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Misi perusahaan menekankan kualitas produk melalui inovasi, manajemen yang efektif, serta peningkatan kompetensi SDM dengan penerapan sistem manajemen mutu, termasuk standar ISO yang berlaku secara global.

Sejumlah sertifikasi ISO, seperti ISO 9001:2015 (manajemen mutu), ISO 45001:2018 (keselamatan dan kesehatan kerja), ISO 14001:2015 (manajemen lingkungan), serta ISO 37001:2016 (anti-penyuapan), menunjukkan bahwa DIU telah memperkuat fondasi operasionalnya berdasarkan praktik terbaik internasional.

Baca Juga : Imbas Konflik Internasional, Dua Tanker Pertamina Terjebak di Teluk Persia

Standar-standar tersebut tidak berhenti pada aspek administratif, melainkan menjadi instrumen pengendalian mutu proyek di lapangan. Dalam industri konstruksi yang sarat risiko dan tuntutan ketepatan waktu, disiplin terhadap sistem manajemen mutu dan keselamatan kerja menjadi pembeda utama antara perusahaan yang sekadar bertahan dan perusahaan yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam konteks pembangunan nasional, peran perusahaan konstruksi lokal seperti DIU sangat strategis. Infrastruktur yang kuat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi regional, dari sistem drainase sampai jaringan pengairan, serta bangunan komersial maupun non-perumahan. PT. Damai Indah Utama telah berupaya menjawab kebutuhan ini melalui tenaga muda profesional yang terstruktur dalam divisi-divisi fungsional.

Dukungan terhadap kualitas SDM dan struktur organisasi yang sehat memungkinkan perusahaan ini menghadapi tantangan masa depan secara lebih adaptif. Ini bukan hanya soal memenuhi target proyek, tetapi juga mendorong efek multiplier terhadap lapangan kerja dan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut terefleksi dalam proyek pembangunan Kantor Baru Wali Kota Mataram yang menjadi salah satu proyek strategis daerah. Pada tahap pertama senilai Rp60 miliar, sekitar 85 persen tenaga kerja yang terlibat berasal dari NTB, khususnya Pulau Lombok. Hal ini menunjukkan bahwa DIU tidak hanya menghadirkan standar teknis yang tinggi, tetapi juga memberikan ruang pemberdayaan nyata bagi tenaga kerja lokal.

Baca Juga : Warga Blokir Jalan di Monta, Diduga Dipicu Pemukulan oleh Oknum Polisi

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menyampaikan bahwa sejak awal proyek tersebut dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas SDM daerah. “Sejak awal kami menekankan agar proyek ini menjadi ruang pemberdayaan bagi tenaga kerja lokal. Dengan cara ini, kita tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun kapasitas SDM daerah agar semakin kompeten di bidang konstruksi,” ujarnya.

Selain pada aspek tenaga kerja, perusahaan juga mengutamakan penggunaan material dalam negeri. Sekitar 75 persen bahan konstruksi mulai dari batu bata, semen, besi, kayu hingga batu alam dipasok dari produsen lokal NTB dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Strategi ini tidak hanya menjamin mutu bangunan, tetapi juga memperkuat rantai pasok daerah dan menekan biaya logistik.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa pembangunan berbasis sumber daya lokal merupakan bagian dari strategi kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat daya saing daerah.

Secara konseptual, pendekatan ini mencerminkan model pembangunan yang konservatif dalam prinsip namun progresif dalam pelaksanaan, menjaga kualitas, kepatuhan terhadap regulasi, serta disiplin tata kelola, sembari tetap mendorong inovasi desain, efisiensi biaya, dan keberpihakan pada ekonomi lokal.

Baca Juga : DPRD NTB Percepat Raperda untuk Tuntaskan IPR

Melihat tren pembangunan infrastruktur di Indonesia yang terus meningkat, terutama di luar pusat-pusat kota besar, DIU diposisikan secara positif untuk memainkan peran lebih luas. Langkah strategis seperti reposisi struktur modal, peningkatan peralatan, dan modernisasi sistem kerja menunjukkan kesiapan perusahaan terhadap era pembangunan yang lebih kompetitif dan berstandar tinggi.

Total nilai pembangunan Kantor Baru Wali Kota Mataram sendiri diperkirakan mencapai Rp250 miliar dan ditargetkan rampung pada 2027. Skala proyek ini memperlihatkan bahwa kontraktor lokal dengan tata kelola yang baik mampu menangani proyek besar dengan kompleksitas teknis tinggi, tanpa harus bergantung pada dominasi perusahaan dari luar daerah.

Penerapan sistem manajemen mutu yang konsisten serta sertifikasi internasional tidak hanya menguatkan daya saing DIU di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan mitra besar, baik dari sektor publik maupun swasta.

Baca Juga : Bupati Bima Paparkan Capaian Satu Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Naik dan Bansos Tembus Rp300 Miliar

PT Damai Indah Utama adalah contoh perusahaan konstruksi yang terus mempertahankan prinsip konservatif dalam tata kelola fokus pada mutu, disiplin dalam sistem kerja, dan profesionalisme SDM sembari membuka diri terhadap perkembangan kebutuhan pembangunan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan regional, komitmen seperti ini layak mendapat apresiasi karena turut memperkuat sendi-sendi pertumbuhan ekonomi berbasis kualitas dan keberlanjutan.

Dengan rekam jejak proyek strategis, penguatan SDM lokal, serta keberpihakan pada material dalam negeri, DIU tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi daerah yang lebih kokoh dan berdaya saing jangka panjang. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *