HEADLINENTBTERKINI

Bupati Bima Paparkan Capaian Satu Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Naik dan Bansos Tembus Rp300 Miliar

Bima, NARASIMEDIA.NET

Bupati Bima, Ady Mahyudi, memaparkan capaian satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati  Irfan Zubaidy  dalam acara syukuran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Senin (2/3/2026), di Kantor Bupati Bima.

Dalam sambutannya, Ady Mahyudi menyebut sepanjang 2025 bantuan sosial yang mengalir ke masyarakat mencapai lebih dari Rp300 miliar melalui Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT, dan BNTS Kesera. “Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, disabilitas, lansia, anak terlantar dan PMKS melalui bantuan sembako, sandang, dan alat bantu. Ini bukan sekadar angka, tapi wujud penghormatan terhadap martabat kemanusiaan,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, ia menyampaikan pemerintah daerah melakukan rekonstruksi Jembatan Rabit dan Lewu, rehabilitasi Woro, pembangunan tanggul serta pengaman irigasi, dan penguatan tebing di 33 lokasi sebagai langkah mitigasi bencana. Melalui Inpres 2025, layanan irigasi diperluas untuk mendukung ratusan hektare sawah produktif.

Baca Juga : Ekonomi NTB Tiga Terbawah Nasional, Pemerhati: Jangan Jadikan Transisi Pilkada Dalih

Pemerintah daerah juga membangun SPAM di sejumlah desa yang telah melayani ratusan sambungan rumah. Selain itu, SPALD dibangun di 39 lokasi untuk 1.537 kepala keluarga serta peningkatan jalan sepanjang sekitar 9,5 kilometer di sembilan kecamatan. “Rumah layak huni bukan sekadar tempat berteduh, ini simbol martabat sebuah keluarga,” kata Ady, seraya menyebut peningkatan kualitas 352 RTLH, penataan kawasan kumuh seluas 4,24 hektare, serta penyediaan PSU di 67 titik.

Pada aspek ekonomi, Ady menyatakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bima meningkat dari 2,82 persen pada 2024 menjadi 4,37 persen pada 2025. Sektor pertanian disebut masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 44,5 persen. Produksi 2025 tercatat 206.122 ton padi, 553.784 ton jagung, dan 118.119 ton bawang merah.

Untuk mendukung produktivitas, pemerintah menyalurkan 484,5 ton benih padi untuk 19.379 hektare, 93 ton benih jagung untuk 6.200 hektare, serta bantuan alat mesin pertanian berupa 1.213 unit pompa air, 15 unit hand tractor roda empat, 261 unit hand tractor roda dua, dan empat unit combine harvester. “Strategi ke depan adalah hilirisasi komoditas melalui pembangunan pusat pengolahan hasil pertanian agar memberi nilai tambah dan kesejahteraan lebih besar bagi petani,” ujarnya.

Baca Juga : Terungkap di Sidang, Suap ‘pokir siluman DPRD NTB’ Diduga untuk Mandekkan Program Desa Berdaya

Di bidang keuangan daerah, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir 2025 mencapai Rp194 miliar atau 88,21 persen dari target. “Dengan capaian ini ruang fiskal Kabupaten Bima semakin menguat. Kita punya kapasitas lebih besar membiayai program prioritas dan memperluas layanan dasar,” kata Ady.

Ia juga menyampaikan penguatan reformasi birokrasi melalui manajemen ASN, sistem antikorupsi, serta pengangkatan sekitar 14.000 tenaga PPPK paruh waktu. “Ini bukan hanya langkah administratif, tapi bentuk keberpihakan kepada tenaga honorer yang telah lama mengabdi,” ujarnya.

Memasuki 2026, Ady mengakui APBD Kabupaten Bima mengalami penurunan sekitar Rp194 miliar akibat efisiensi dan pengetatan anggaran nasional. “Keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan. Tahun pertama adalah fondasi, tahun kedua adalah percepatan, dan percepatan harus terasa,” katanya.

Baca Juga : Terpilih Secara Demokratis, Muhammad Ramadhan Pimpin LMND NTB Dua Tahun Ke Depan

Ia menambahkan sejumlah agenda prioritas ke depan antara lain penataan kawasan ibu kota kabupaten, pembenahan layanan administrasi kependudukan, penguatan perizinan satu pintu, perbaikan pengelolaan sampah, serta peningkatan dan pemeliharaan ruas jalan kabupaten, khususnya di Langgudu Selatan, Lambitu, dan Madapangga.

“Pembangunan Bima tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlindungan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan keadilan. Tidak ada warga sakit tanpa jaminan, tidak ada anak putus sekolah karena kemiskinan, dan setiap warga memiliki peluang yang adil untuk maju,” ujar Ady Mahyudi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *