HEADLINENTBTERKINI

Warga Blokir Jalan di Monta, Diduga Dipicu Pemukulan oleh Oknum Polisi

Bima, NARASIMEDIA.NET – Warga Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, melakukan aksi pemblokiran jalan utama Monta pada Rabu (4/3), menyusul dugaan pemukulan terhadap seorang warga oleh oknum anggota kepolisian setempat. Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Monta sempat terganggu.

Aksi pemblokiran itu terekam dalam siaran langsung akun Facebook bernama Lukhen Marangga. Dalam video tersebut terlihat kerumunan warga memadati badan jalan sebagai bentuk protes atas insiden yang diduga terjadi di kantor Kepolisian Sektor Monta.

Orang tua korban dalam rekaman video terdengar berteriak menyampaikan bahwa anaknya dipukuli hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Ia menuturkan, peristiwa itu terjadi saat anaknya hendak mengurus pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Saat itu, korban disebut ingin membuat surat kehilangan, namun kondisi kantor polisi sedang melaksanakan apel pagi.

Menurut penuturan keluarga, tanpa penjelasan yang memadai, korban diduga dipukul oleh oknum anggota Polsek Monta hingga mengalami pendarahan. Dugaan tindakan tersebut memicu kemarahan warga dan berujung pada aksi protes serta pemblokiran jalan.

Orang tua korban, dengan nada emosional di tengah kerumunan warga, menyampaikan keberatannya atas dugaan tindakan kekerasan tersebut.

“Anak saya datang baik-baik mau urus surat kehilangan untuk bikin SIM. Waktu itu memang lagi apel pagi, tapi kenapa harus dipukul? Anak saya sampai berdarah. Kami tidak terima diperlakukan seperti itu,” teriaknya di hadapan warga.

Ia juga meminta agar kasus tersebut diproses secara transparan dan adil.

“Kami hanya minta keadilan. Kalau memang ada kesalahan, sampaikan baik-baik. Jangan main pukul,” ujarnya.

Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Monta, Iptu Sudarto, SH, yang hadir di lokasi aksi, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Ia memastikan oknum yang diduga terlibat telah diproses sesuai prosedur.

“Kami sudah menerima laporannya dan yang bersangkutan sudah kami serahkan untuk diproses oleh Propam,” ujar Sudarto di hadapan warga.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif setelah aparat dan tokoh masyarakat melakukan mediasi dengan massa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *