Imbas Konflik Internasional, Dua Tanker Pertamina Terjebak di Teluk Persia
Jakarta, NARASIMEDIA.NET — Pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomasi menyusul terjebaknya dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) di kawasan Teluk Persia yang tengah dilanda ketegangan konflik Iran dan Amerika Serikat (AS). Upaya ini dilakukan agar kapal yang mengangkut minyak mentah dari Timur Tengah tersebut dapat segera keluar dari wilayah rawan konflik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah saat ini mengupayakan pembukaan jalur pelayaran bagi dua kapal yang masih berada di area Teluk. “Pemerintah sedang menempuh langkah-langkah diplomasi agar jalur pelayaran dapat dibuka dan kapal kita bisa keluar dengan aman,” ujarnya, dikutip dari Media Indonesia Rabu (4/3)
Dua kapal tersebut membawa crude oil dari kawasan Timur Tengah yang selama ini berkontribusi sekitar 25 persen terhadap total impor minyak mentah Indonesia. Situasi ini mendorong pemerintah menyiapkan langkah mitigasi guna menjaga ketahanan pasokan energi dalam negeri apabila terjadi gangguan distribusi yang berkepanjangan.
Pelaksana Tugas Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita mengungkapkan saat ini terdapat empat kapal yang berada di area Timur Tengah. Kapal Gamsunoro sedang dalam proses loading di Khor al Zubair, Irak. Sementara Pertamina Pride telah menyelesaikan proses loading dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.
Adapun kapal PIS Rinjani saat ini berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, dan kapal PIS Paragon tengah melakukan proses discharge di Oman. Dari empat kapal tersebut, dua di antaranya masih berada di dalam area Teluk Persia, yakni Pertamina Pride dengan ship management dari NYK, serta kapal Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.
Pemerintah memastikan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut sembari mengedepankan keselamatan awak kapal dan keamanan pasokan energi nasional sebagai prioritas utama.

