BUDAYA DAN PARIWISATANTBTERKINI

Diaspora Dompu Akan Gelar Forum Mbolo Weki di Mataram

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Upaya penguatan identitas budaya Dompu memasuki fase baru. Forum bertajuk Mbolo Weki Dou Dompu dijadwalkan digelar di Kota Mataram dalam waktu dekat sebagai ajang konsolidasi besar warga Dompu di perantauan untuk meneguhkan kembali eksistensi, sejarah, dan jati diri Suku Dompu.

Forum ini dirancang bukan sekadar sebagai diskusi akademik, melainkan ruang temu gagasan dan konsolidasi kultural yang membahas posisi entitas budaya Dompu di tengah dinamika sosial dan kebudayaan Nusa Tenggara Barat.

Mengusung tema “Meneguhkan Identitas: Menelusuri Jejak Sejarah dan Eksistensi Budaya Suku Dompu”, kegiatan ini akan melibatkan tokoh adat dan budayawan Dompu, akademisi, sejarawan, peneliti, organisasi mahasiswa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi NTB, serta Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram.

Baca Juga : “Bukan Untuk Pelaku”, Gertasi Dukung Sikap LPSK Tolak lindungi 15 Anggota DPRD Penerima Suap

Forum ini diselenggarakan oleh RKD Mataram bekerja sama dengan Yayasan Kesultanan Dompu. Panitia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar kultural untuk memperjelas pemahaman dan pengakuan terhadap Suku Dompu sebagai entitas yang memiliki sejarah panjang dan identitas tersendiri.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. H. A. Farid Hemon, MSc, Guru Besar Universitas Mataram, menyatakan bahwa forum ini berangkat dari kesadaran historis dan akademik mengenai posisi Dompu dalam sejarah Nusantara.

“Dompu bukan sekadar wilayah administratif. Dompu memiliki sejarah kerajaan sejak abad ke-12, tercatat dalam Sumpah Palapa Gajah Mada tahun 1336 dan Nagarakretagama tahun 1365. Ini menunjukkan eksistensi Dompu sebagai entitas yang mandiri dan berakar kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, identitas Suku Dompu dibangun melalui kesamaan bahasa, sistem nilai sosial, struktur budaya, serta kearifan lokal seperti falsafah Nggahi Rawi Pahu”, yang menekankan konsistensi antara ucapan dan perbuatan.

Baca Juga : FKM-SH Kembali Demo Kantor DPD NTB, Desak Kejelasan Status Hukum Dugaan Gratifikasi Dua Senator NTB

Selain itu, Prof. Farid juga menyinggung sistem pertanian tradisional Dompu yang telah berkembang sejak abad ke-14, keberadaan lumbung padi Uma Jompa, serta sistem kepemimpinan lokal Ncuhi sebagai fondasi sosial masyarakat Dompu.

“Warisan ini bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi fondasi karakter masyarakat Dompu hingga hari ini,” katanya.

Sekretaris RKD Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, menegaskan bahwa forum ini merupakan hasil konsolidasi warga Dompu di Mataram yang merasa penting untuk membangun ruang dialog bersama terkait arah penguatan identitas budaya.

“Ini bukan gerakan pemisahan diri atau pembentukan sekat budaya. Forum ini justru menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan kontribusi Dompu dalam mozaik kebudayaan NTB dan Indonesia,” ujar Yeyen, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Kesultanan Dompu.

Forum Mbolo Weki Dou Dompu juga menjadi bagian dari agenda yang tengah dirumuskan oleh Tim Persiapan NGGUSU WARU, yang berfokus pada peneguhan entitas Suku Dompu secara ilmiah, kultural, dan sosial.

Peneguhan ini diharapkan menjadi pijakan akademik dan kebudayaan dalam memperjelas posisi Suku Dompu sebagai entitas yang telah lama hidup dan berkontribusi dalam sejarah Nusantara.

Semangat forum tersebut sejalan dengan pernyataan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, yang sebelumnya mengajak masyarakat untuk bangga terhadap bahasa dan jati diri Dompu.

“Kita punya bahasa Dompu dan asal-usul yang jelas. Kita harus bangga dengan daerah kita. Dompu hebat, Dompu bisa, dan Dompu maju,” ujar Bupati dalam pernyataan resmi.

Ajakan itu mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Ketua Yayasan Kesultanan Dompu, H. Syaiful Islam, menilai penguatan identitas budaya Dompu merupakan kebutuhan yang mendesak.

“Masih banyak yang belum memahami bahwa Dompu memiliki etnis tersendiri. Identitas ini perlu ditegaskan secara ilmiah dan sosial,” katanya.

Tokoh perempuan Dompu, Hj. Hartina (Paca Tari), juga menegaskan bahwa penguatan identitas bukan ancaman bagi persatuan.

“Pengakuan identitas justru memperkaya kebudayaan nasional. Dompu memiliki kearifan lokal yang khas dan patut dikenali,” ujarnya.

Baca Juga : Pengelolaan DD–ADD Dipertanyakan, Pemuda Manggelewa Desak Pemdes Doromelo Transparan

Forum ini diperkirakan menjadi salah satu pertemuan budaya terbesar warga Dompu di perantauan dalam beberapa tahun terakhir. Selain membahas sejarah dan budaya, agenda forum juga akan menyinggung isu strategis seperti penguatan literasi sejarah, implementasi muatan lokal Dompu di sekolah, serta posisi entitas budaya Dompu dalam kebijakan daerah.

Di tengah arus globalisasi dan homogenisasi budaya, forum ini menjadi penegasan bahwa identitas bukan penghalang kemajuan, melainkan fondasi bagi pembangunan yang berakar.

REDAKSI | NARASIMEDIA.NET

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *