Quotenews Inspiratif karya Suaeb Qury dalam perspektif Pengamat Politik : Dr Alfisyahrin
Mataram, NARASIMEDIA.NET — Pengamat politik Dr Alfisyahrin menilai buku Quotenews Inspiratif karya Suaeb Quri sebagai upaya penting menghidupkan kembali etos kebangsaan yang berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan di tengah krisis etik politik dan budaya publik saat ini.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bedah Buku Quotenews Inspiratif yang digelar dalam rangka Haul Gus Dur ke-16 di Kota Mataram, Sabtu (27/12/2025).
Menurut Dr Alfisyahrin, membaca buku ini seperti mengajak publik kembali ke masa awal pencerahan, ketika buku diposisikan sebagai instrumen rasional yang membentuk kemampuan berpikir, kesadaran moral, dan tanggung jawab kebangsaan.
Baca Juga : Sebulan Dipengungsian, Warga Aceh Minta Relokasi dan Sekolah Darurat

“Kalau kita membaca buku ini, kita seperti diajak kembali ke tahun-tahun awal abad pencerahan, ketika buku menjadi instrumen rasional yang membentuk manusia dengan kemampuan dan ilmu. Di sini saya melihat keinginan kuat untuk menyatukan keindonesiaan dan keislaman secara elegan,” ujar Dr Alfisyahrin.
Ia menilai, di tengah revolusi industri dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, masyarakat justru kerap kehilangan etos, baik secara kultural maupun politik. Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan alienasi identitas, baik sebagai muslim maupun sebagai warga negara Indonesia.
“Buku ini hadir sebagai respons atas keresahan publik terhadap ketidakpastian tata kelola negara. Keresahan itu disampaikan melalui quotes yang inspiratif, memberi motivasi, sekaligus menawarkan alternatif narasi di luar wacana akademik yang terlalu kaku,” jelasnya.
Dr Alfisyahrin menilai pendekatan buku Quotenews Inspiratif yang bersifat populer justru menjadi kekuatannya. Pengalaman personal penulis dan refleksi atas realitas kebangsaan dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan pembaca lintas latar belakang.
“Buku ini tidak berdiri sebagai teks akademik murni, tetapi sebagai cermin pengalaman dan kepekaan sosial. Ia mengajak pembaca membangun keadaban bangsa dengan menyatukan nilai Islam dan Indonesia sebagai realitas sosial,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Islam dalam konteks Indonesia tidak bisa dipahami sebagai entitas toksik atau eksklusif, melainkan sebagai sumber etik dan moral yang memperkuat kehidupan bernegara.
“Islam di Indonesia tidak bisa dipahami secara ansich. Ia adalah sumber moral yang menyatu dengan keindonesiaan. Kutipan-kutipan dalam buku ini menunjukkan bagaimana kekuasaan, motivasi, dan etika harus diorganisasikan secara bermoral,” kata Alfisyahrin.
Ia juga menyoroti relevansi buku tersebut di tengah maraknya polarisasi politik dan pragmatisme di ruang publik, khususnya di media sosial, yang kerap mengabaikan etika keislaman dan keindonesiaan sebagai fondasi moral bersama.
“Media sosial hari ini sering menegasikan etika Islam dan etika keindonesiaan. Politik menjadi sangat pragmatis. Buku ini mengingatkan kembali bahwa Islam harus menjadi fondasi etik dalam hukum, ekonomi, dan politik,” ujarnya.
Baca Juga : Ekspor Konsentrat AMMAN Belum Ada Izin Dari Kemendag
Dalam relasi Islam dan negara, Alfisyahrin menegaskan bahwa buku ini menolak dikotomi ekstrem yang memisahkan keduanya secara kaku. Negara, menurutnya, justru menjadi instrumen untuk memastikan nilai-nilai etik Islam terwujud secara substantif.
“Jika keislaman dan keindonesiaan dipisahkan secara ekstrem, yang muncul justru radikalisme dan kerusakan pluralitas. Buku ini menegaskan pentingnya keduanya berjalan bersama sebagai warisan para pendiri bangsa,” pungkasnya.
Ia menilai, pesan-pesan inspiratif dalam Quotenews Inspiratif lebih mudah diterima publik luas dibandingkan narasi akademik yang elitis, sehingga memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kebangsaan di tengah tantangan sosial-politik kontemporer.
Pewarta : Febrian

