HAPPENINGHEADLINETERKINI

Sebulan Dipengungsian, Warga Aceh Minta Relokasi dan Sekolah Darurat

Bireuen, Aceh, NARASIMEDIA.NET –  Direktur NTB Care, Yuni Bourhany, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengungsian warga terdampak banjir di i Desa Bale Panah, Kabupaten Bireuen, Aceh. Dalam kunjungan tersebut, NTB Care menghimpun berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat yang hingga kini masih bertahan di pengungsian akibat kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun relawan NTB Care, sedikitnya 58 warga dilaporkan kehilangan rumah dan telah menjalani kehidupan di pengungsian selama kurang lebih satu bulan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terkait kepastian tempat tinggal dan keberlanjutan hidup mereka ke depan.

Yuni Bourhany menyampaikan, mayoritas warga berharap segera direlokasi ke tempat yang lebih layak dan aman, mengingat masa pengungsian yang semakin panjang mulai berdampak pada kondisi psikologis dan ekonomi keluarga.

Baca Juga : Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh, NTB Care Berbagi Es Krim di Bireuen

“Pesan dari Aceh ini harus kita sampaikan ke publik, agar tidak ada warga yang luput dari perhatian dan akomodasi. Mereka sudah hampir satu bulan hidup di pengungsian dan sampai sekarang belum mendapatkan kepastian relokasi,” ujar Yuni saat berdialog dengan warga, Jum’at (26/12)

Selain persoalan hunian, Yuni juga menyoroti dampak banjir terhadap akses pendidikan anak-anak. Menurutnya, cukup banyak anak yang terpaksa fakum bersekolah akibat belum adanya skema pembelajaran darurat di lokasi terdampak.

Ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera mencari solusi agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meski dalam kondisi bencana.

Baca Juga : Sepuluh ASN Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekda NTB

“Kami berharap pemerintah segera menyiapkan solusi konkret agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan waktu belajar. Sekolah darurat atau pola pembelajaran alternatif perlu segera diwujudkan,” tegasnya.

Yuni melaporkan, kondisi aktual masyarakat Aceh pascabanjir masih memerlukan perhatian serius dan respons cepat, terutama dalam hal pemulihan tempat tinggal, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Kondisi aktual masyarakat Aceh pascabanjir masih membutuhkan perhatian serius dan respons cepat, terutama dalam pemulihan tempat tinggal, akses pendidikan bagi anak-anak, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga,” ujar Yuni Bourhany. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *