ASN Mataram Keluhkan Potongan TPP untuk Tiket MotoGP Mandalika
Mataram, NARASIMEDIA.NET — Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram mengeluhkan adanya potongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang disebut-sebut digunakan untuk membeli tiket MotoGP Mandalika 2025. Potongan itu dikabarkan berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per orang dan mulai dilakukan beberapa hari terakhir menjelang ajang balap internasional tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan, kebijakan ini muncul setelah Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Mohammad Faozal, mengimbau agar jumlah penonton MotoGP tahun ini dapat menyamai, bahkan melampaui, pencapaian tahun sebelumnya.
Baca Juga : Media Lokal Kecam Kominfotik NTB: Kominfotik NTB gagal memahami esensi kemitraan Dalam Publikasi MotoGP
Namun, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan resmi dari pemerintah kota untuk memotong TPP ASN. Ia menolak keras jika ada pihak yang berinisiatif melakukan pemotongan tanpa dasar hukum yang jelas.
“Ndak ada pemotongan TPP. Ndak boleh ada itu. Beli tiket pakai uang pribadi, jangan sampai TPP orang diganggu,” ujar Alwan di kantornya Kamis (2/10/2025), dikutip dari Detik.com Selasa (7/10)
Alwan menjelaskan, Pemkot Mataram memang mengimbau ASN untuk berpartisipasi dalam menyukseskan gelaran MotoGP Mandalika, namun sifatnya sukarela. Menurutnya, partisipasi ASN diharapkan sebatas dukungan moral, bukan kewajiban yang membebani secara finansial.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ajang MotoGP sebagai momentum promosi pariwisata NTB. Ia menyebut Pemkot telah meminta para pengusaha perhotelan agar tidak menaikkan harga kamar secara berlebihan selama event berlangsung.
“Saya minta ASN ikut meramaikan MotoGP Mandalika karena ini ajang besar dan masyarakat juga punya antusiasme tinggi,” ujar Mohan.
Sementara itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebelumnya telah mengumumkan potongan harga tiket hingga 50 persen bagi warga ber-KTP NTB. Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyebut kebijakan itu sebagai bentuk dukungan agar masyarakat lokal dapat menikmati atmosfer balapan tanpa terbebani harga tinggi.
“Kami ingin masyarakat sekitar ikut merasakan euforia MotoGP. Dengan diskon ini, tiket Grandstand bisa didapat mulai dari Rp200 ribu,” kata Priandhi.
Meski demikian, isu pemotongan TPP ASN Mataram tetap menjadi sorotan di kalangan pegawai. Sejumlah ASN berharap Pemkot turun tangan memastikan tidak ada pemaksaan terselubung dalam bentuk apa pun atas nama dukungan terhadap event MotoGP Mandalika 2025.
Redaksi NARASIMEDIA.NET

