Dari Podcast hingga Beasiswa Jerman, SMAN 3 Mataram Kembangkan Sekolah Berwawasan Global
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Di bawah kepemimpinan Plt. Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, S.Pd., berbagai terobosan baru terus dilakukan untuk memperkuat disiplin guru dan siswa, meningkatkan literasi, serta mendorong budaya inovatif di lingkungan sekolah.
Yuspita, yang telah mengabdi lebih dari dua dekade di SMAN 3 Mataram sebelum dipercaya sebagai pelaksana tugas kepala sekolah, mengatakan bahwa langkah pertamanya setelah menjabat adalah memperkuat disiplin proses belajar mengajar (KBM). Ia menilai, peningkatan mutu pendidikan dimulai dari kedisiplinan tenaga pendidik.
“Saya sudah mengajar di SMAN 3 selama 21 tahun. Jadi saya tahu betul di mana kekurangan kami. Fokus awal saya adalah memperbaiki layanan KBM dan memastikan guru hadir serta mengajar tepat waktu,” ujar Yuspita.
Baca Juga : Sasak Literatif 2025 Ditutup, Literasi Jadi Gerakan Kultural di Lombok Utara
Untuk menjaga kedisiplinan, sekolah menerapkan sistem absensi berlapis. Selain absensi reguler yang terkoneksi dengan BKD, SMAN 3 Mataram juga menggunakan time scanner sebagai absensi tambahan yang memastikan guru benar-benar hadir di kelas.
“Alhamdulillah sekarang tidak ada lagi guru yang meninggalkan pelajaran. Kalau pun ada yang izin, itu karena alasan jelas,” tambahnya.
Selain menegakkan disiplin, Yuspita juga membuat kebijakan pembatasan penggunaan ponsel selama jam sekolah. Setiap siswa wajib menitipkan ponsel di kotak khusus sejak pukul 07.30 hingga jam pulang. Kebijakan ini diterapkan untuk mengembalikan fokus belajar dan interaksi sosial antar siswa.
“Anak SMA itu sudah mandiri, tapi kalau tidak diatur, HP bisa mengganggu. Dengan sistem penyimpanan di kelas, mereka lebih fokus belajar dan berinteraksi secara normal,” katanya.
Baca Juga : Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemkab Sumbawa Resmikan Sekolah Rakyat Dasar
Tak berhenti di sana, Yuspita juga mempersiapkan studio podcast sekolah yang akan menjadi ruang ekspresi dan latihan berpikir kritis bagi siswa.
“Lewat podcast, anak-anak belajar berbicara ilmiah dan membangun dialog yang sehat. Kami ingin SMAN 3 menjadi tempat tumbuhnya pelajar yang berpikir terbuka dan komunikatif,” jelasnya.
Di sisi lain, SMAN 3 Mataram juga berfokus meningkatkan minat baca dan budaya literasi. Dalam waktu dekat, sekolah akan menerapkan program 15 menit membaca sebelum KBM dimulai.
“Selama ini, kunjungan ke perpustakaan masih rendah. Kami ingin mengubah kebiasaan itu, dimulai dari langkah kecil tapi terprogram,” terang Yuspita.
Untuk mendukung kegiatan literasi, sekolah berencana menambah koleksi buku bacaan non-pelajaran agar siswa lebih tertarik berkunjung ke perpustakaan.
Baca Juga : Media Lokal Kecam Kominfotik NTB: Kominfotik NTB gagal memahami esensi kemitraan Dalam Publikasi MotoGP
Selain itu, SMAN 3 Mataram juga dikenal sebagai sekolah mitra Goethe-Institut Jerman sejak tahun 2008. Setiap tahun, siswa berprestasi mendapat kesempatan mengikuti program beasiswa ke Jerman tanpa biaya.
“Kami bahkan berhak mengeluarkan sertifikat kemampuan bahasa Jerman yang diakui internasional. Banyak alumni kami kini bekerja di Eropa dengan bekal sertifikat itu,” ujar Yuspita bangga.
Tahun ini, sekolah juga memperluas kerja sama internasional dengan menghadirkan guru bahasa Prancis dari program P3K Kementerian Pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat SMAN 3 sebagai sekolah berbasis bahasa dan budaya internasional.
“Cita-cita kami adalah menjadikan SMAN 3 sebagai pusat bahasa dan budaya dunia di Mataram. Tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga dalam keterampilan global,” tutup Yuspita. (red)

