HEADLINENTBTERKINI

Diduga Setubuhi 3 Santriwati, Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Kembali Dilaporkan

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial AIS di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali dilaporkan ke kepolisian atas dugaan persetubuhan terhadap tiga santriwati.

Laporan tersebut disampaikan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram kepada Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTB.

Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengatakan perkara tersebut sebenarnya telah dilaporkan sejak 2025. Namun, laporan ketika itu belum ditindaklanjuti karena alat bukti yang tersedia dinilai belum cukup.

“Sudah dilaporkan tahun lalu. Namun saat itu alat buktinya masih belum cukup,” kata Joko kepada detikBali, Senin (21/9/2026).

Menurut Joko, saat ini terdapat tiga korban yang telah berani muncul dan memberikan keterangan terkait dugaan peristiwa tersebut.

Ia menyebut dugaan kejadian berlangsung sejak 2022. Karena itu, Joko memperkirakan masih terdapat kemungkinan korban lain yang belum muncul.

“Kejadian ini dari tahun 2022. (Korban) kemungkinan bertambah,” ujarnya.

Joko juga mengungkapkan dugaan modus yang dilakukan AIS. Menurut dia, korban diduga diajak menikah sebelum kemudian dibawa ke sebuah ruangan.

Di ruangan tersebut, korban diduga diminta melayani pelaku sambil dibacakan ayat-ayat hingga korban disebut tidak sadar.

“Korban dengan perlakuan seperti ini baru tiga orang,” kata Joko.

Saat ini, LPA Kota Mataram masih melengkapi alat bukti yang diminta penyelidik Ditres PPA-PPO Polda NTB.

Joko berharap penyidik segera menindaklanjuti laporan tersebut, terutama untuk memastikan perlindungan terhadap para korban.

“Saat ini kami akan menambahkan beberapa alat buktinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Muhammad Kholid mengaku belum mengetahui laporan tersebut. Ia mengatakan akan terlebih dahulu mengecek informasi itu kepada Ditres PPA-PPO Polda NTB.

“Saya tanyakan dulu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *