Demokrat NTB Buka Suara soal Parliamentary Threshold 2029, Siap Ikuti Keputusan Negara
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Partai Demokrat NTB mulai menyiapkan langkah menghadapi perubahan aturan Pemilu 2029, termasuk terkait besaran parliamentary threshold atau ambang batas parlemen yang saat ini masih menjadi bagian dari pembahasan di tingkat nasional.
Sekretaris I Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat sekaligus Plt Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Made Rai Edi Astawa, menegaskan partainya siap menerima dan mematuhi berapa pun ambang batas parlemen yang nantinya ditetapkan negara.
“Sebagai Plt, tentu saya menunggu instruksi ketua umum, terkait pandangan-pandangan yang sedang dirapatkan di DPR, apa pun keputusan undang-undang Pemilu 2029,” kata Made Rai saat menghadiri kegiatan Lomba Rakyat dalam rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat di Mataram, Minggu (23/8/2026).
Menurut dia, keputusan mengenai besaran ambang batas parlemen merupakan bagian dari proses politik dan pembentukan regulasi di tingkat nasional. Karena itu, Demokrat NTB memilih menunggu keputusan resmi sembari menyiapkan konsolidasi internal menghadapi Pemilu 2029.
Made Rai mengatakan fokus partainya bukan memperdebatkan angka ambang batas, melainkan memastikan Demokrat mampu melewati ketentuan tersebut sehingga tetap memperoleh kursi di DPR RI dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia menyebut penguatan soliditas dan solidaritas kader menjadi salah satu agenda penting Demokrat. Konsolidasi tersebut diarahkan untuk membangun mesin partai yang dinilai lebih tangguh dan efektif menghadapi tantangan politik menuju Pemilu 2029.
Made Rai juga menyebut angka ambang batas empat persen yang selama ini menjadi acuan dinilai ideal. Namun, Demokrat tetap menyatakan siap menghadapi keputusan baru apabila angka tersebut berubah melalui proses politik nasional.
“Pastinya berapa pun (keputusan) soal ambang batas, Ketua Umum Partai Demokrat akan menyusun strategi pemenangan secara komprehensif berdasarkan hasil kesepakatan politik nasional,” ujarnya.

