HEADLINENTBTERKINI

Pemprov NTB Siapkan Stimulus Riset Rp450 Juta, Dorong Inovasi untuk Atasi Kemiskinan hingga Perkuat Pariwisata

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan dana stimulus riset sebesar Rp450 juta untuk mendukung 15 proposal penelitian terbaik yang diajukan peneliti muda. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan pembangunan di NTB.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan setiap proposal yang lolos seleksi akan memperoleh dukungan dana sebesar Rp30 juta. Penelitian yang didanai difokuskan pada tiga prioritas pembangunan daerah, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata.

“Fokus riset diarahkan pada tiga program prioritas daerah, yakni penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata,” ujar Aryadi di Mataram, Jumat.

Menurut Aryadi, seluruh penelitian yang memperoleh dukungan pemerintah harus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dalam pembangunan daerah. Karena itu, setiap proposal diwajibkan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB serta peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di provinsi tersebut.

“Kami ingin setiap inovasi tidak hanya berhenti pada konsep atau laporan penelitian, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program riset tidak hanya ditentukan oleh kualitas penelitian, tetapi juga melalui kolaborasi lintas sektor, pendampingan implementasi di lapangan, serta penyusunan policy paper sebagai landasan penguatan ekosistem NTB Rumah Inovasi Daerah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas program, Gubernur NTB telah menerbitkan surat keputusan pembentukan tim evaluasi yang bertugas menyeleksi proposal sekaligus memastikan setiap hasil penelitian memiliki nilai terapan, manfaat ekonomi, serta mampu mendukung penyelesaian berbagai persoalan strategis pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Afif Amrullah, memberikan sejumlah masukan terhadap skema program tersebut. Ia menilai perlu adanya penguatan regulasi mengenai tahapan implementasi hasil riset setelah proses seleksi selesai.

Afif juga mengusulkan penyempurnaan ketentuan terkait kualifikasi pengusul, klasifikasi peneliti muda, pembatasan jumlah proposal yang dapat diajukan setiap tahun, hingga kewajiban menghasilkan inovasi yang benar-benar diterapkan, disertai publikasi ilmiah dan rekomendasi kebijakan sebagai luaran penelitian.

Program stimulus riset ini diharapkan menjadi salah satu instrumen Pemprov NTB dalam memperkuat budaya riset dan inovasi, sekaligus menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *