HEADLINENTBTERKINI

Dishub NTB Klarifikasi Isu Antrean Kapal Mudik Gratis : ‘Kendaraan Masuk Kapal Bergiliran’

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Program mudik gratis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Lebaran tahun ini sempat diwarnai keluhan sejumlah peserta yang mengaku harus menunggu hingga sekitar empat jam sebelum dapat naik kapal penyeberangan. Informasi tersebut sempat beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan yang menyebut keterlambatan terjadi karena masalah administrasi tiket kapal.

Program mudik gratis yang difasilitasi pemerintah provinsi NTB ini memang menjadi salah satu alternatif transportasi bagi masyarakat NTB untuk pulang kampung menjelang Idulfitri. Berdasarkan rilisan pemprov, kuota untuk rute Lombok–Sumbawa terakumulasi sebanyak 400 peserta.

Menanggapi isu keterlambatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menegaskan bahwa tidak ada masalah administrasi tiket kapal sebagaimana yang beredar.

“Tidak ada terkait itu. Hanya ada sedikit kesalahpahaman saja,” kata Ervan saat dikonfirmasi, Minggu (15/3).

Menurutnya, waktu tunggu yang dialami peserta mudik lebih disebabkan oleh antrean kendaraan yang akan masuk ke kapal penyeberangan. Proses masuk kapal tidak dapat dilakukan secara bersamaan untuk seluruh kendaraan, termasuk bus peserta mudik gratis.

Ia menjelaskan bahwa setiap kapal memiliki mekanisme antrean kendaraan dengan durasi sekitar 30 hingga 45 menit untuk proses masuk satu kapal, bahkan bisa lebih lama tergantung kondisi di pelabuhan.

“Bus mudik gratis tidak bisa sekaligus semua masuk dalam satu kapal karena ada juga bus atau kendaraan umum lainnya. Selain itu pembagian juga dilakukan per operator kapal agar merata,” ujarnya.

Ervan menambahkan bahwa kondisi antrean seperti itu sebenarnya hampir terjadi setiap tahun pada periode mudik. Lonjakan penumpang serta kendaraan di pelabuhan membuat proses antrean menjadi lebih panjang dari biasanya.

Ia juga menilai faktor kondisi fisik pemudik dapat mempengaruhi persepsi terhadap lamanya waktu menunggu.

“Mungkin karena pengaruh panas, lelah, dan ingin cepat berkumpul dengan keluarga dalam kondisi puasa sehingga kesabaran menipis. Kita harus banyak bersabar menghadapinya,” kata dia.

Meski demikian, Dishub NTB mengakui pengalaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan program mudik gratis pada tahun-tahun berikutnya.

“Bagaimanapun hal ini menjadi bahan evaluasi kami untuk mudik tahun depan,” ujar Ervan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *