HEADLINENTBTERKINI

Proyek Aspirasi DPRD di Desa Lido Diprotes Warga, dinilai sering sebabkan Banjir Saat Hujan

Kabupaten Bima, NARASIMEDIA.NET – Warga Dusun Dorolangga, Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima mempersoalkan pekerjaan pembukaan gang baru di RT 08 RW 03 yang dinilai bermasalah sejak tahap pelaksanaan. Proyek tersebut disebut sebagai kegiatan aspirasi anggota DPRD Provinsi NTB Dapil VI, Raihan Anwar.

Persoalan utama yang disorot warga adalah ketiadaan transparansi, dugaan penyimpangan spesifikasi teknis, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. Pembukaan gang baru itu dinilai justru memicu genangan dan banjir setiap kali hujan turun, sehingga mengancam permukiman warga di sekitarnya.

Warga menyebut pekerjaan dilakukan tanpa kejelasan perencanaan teknis. Di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi kegiatan maupun gambar teknis sebagai acuan pelaksanaan. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui volume pekerjaan, anggaran, maupun pihak pelaksana kegiatan.

Aktivis lingkungan setempat, Nasrullah, S.Sos., mengatakan bahwa hasil pemantauan lapangan menunjukkan pengerjaan gang baru tidak memenuhi standar teknis dasar. Ia juga menyebut proyek tersebut diduga dikerjakan oleh unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lido, yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan.

“Pembukaan gang ini tidak dilengkapi saluran atau alur teknis yang jelas. Setiap hujan, air meluap dan menggenangi rumah warga. Ini menunjukkan perencanaan dan pengawasannya bermasalah,” ujar Nasrullah, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, proyek yang semestinya membuka akses pertanian justru kehilangan fungsi manfaat karena pengerjaannya tidak berbasis kebutuhan dan keselamatan warga. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat yang terdampak langsung.

Warga mendesak Ketua BPD Desa Lido untuk membuka secara terbuka seluruh dokumen proyek aspirasi tersebut, termasuk perencanaan teknis dan mekanisme pelaksanaan. Mereka juga meminta pertanggungjawaban atas dampak banjir yang kini menjadi ancaman rutin bagi permukiman sekitar lokasi proyek.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan permasalahan dalam proyek pembukaan gang baru tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *