Gubernur NTB Sambut Kapal Pesiar Royal Caribbean, Awali Kunjungan Cruise 2026
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal sambut kedatangan kapal pesiar Royal Caribbean yang berlabuh di Lombok, Kamis (2/1/2026). Kunjungan ini menjadi kedatangan kapal pesiar pertama di NTB pada awal tahun 2026.
“Hari ini tanggal 2 Januari 2026, ini hari kunjungan kapal pesiar pertama dari Royal Caribbean yang berlabuh hari ini, dan kita menyambut kunjungan turis kapal pesiar pertama yang menginjakkan kaki di bumi Lombok tahun ini,” ujar Gubernur NTB.
Namun demikian, Gubernur mengakui kunjungan kapal pesiar ke Lombok masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah belum adanya kapal pesiar yang bermalam atau overnight di pelabuhan.
Baca Juga : Golden Hour dengan Sandhy Sondoro di Sudamala Resort Senggigi
“Sayangnya memang kapal-kapal pesiar ini belum overnight. Rata-rata mereka hanya berlabuh di pagi hari, lalu siang atau sore hari sudah meninggalkan Lombok,” katanya.
Menurut Gubernur, kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya atraksi wisata dan keterbatasan akomodasi di sekitar pelabuhan, sementara satu kapal pesiar rata-rata membawa sekitar 4.000 penumpang.
“Karena memang kita kekurangan atraksi yang membuat mereka menarik untuk dilihat, dan juga akomodasi kita terbatas. Sekali berlayar mereka membawa rata-rata 4.000 penumpang, sehingga kita kekurangan tempat untuk bisa menampung mereka,” jelasnya.
Ia menilai pembenahan terminal pelabuhan menjadi catatan penting ke depan, termasuk penataan kawasan UMKM agar lebih rapi dan menarik sejak awal kedatangan wisatawan.
“Terminal juga perlu kita touch up. Konsep membawa UMKM ke situ sudah oke, tapi perlu kita rapikan supaya lebih menarik, sehingga suasana wisata itu sudah terasa sejak awal mereka tiba,” ujarnya.
Gubernur juga menyebutkan tren kunjungan kapal pesiar ke NTB menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir.
“Kalau kita bandingkan, tahun 2024 itu 22 kapal, kemudian 2025 menjadi 24 kapal. Ini perlu kita upayakan supaya ada kenaikan yang lebih eksponensial,” katanya.
Ia menegaskan wisatawan kapal pesiar memiliki potensi ekonomi yang besar karena daya belanja yang lebih tinggi dibanding wisatawan penerbangan reguler.
“Rata-rata yang datang menggunakan kapal pesiar itu spending-nya lebih banyak daripada yang datang menggunakan pesawat. Kapal pesiar itu tidak ada yang namanya kapal pesiar budget, jadi daya belinya memang lebih baik,” tegasnya.
Sebagai referensi pengembangan, Gubernur mendorong jajaran terkait untuk belajar dari pelabuhan kapal pesiar kelas dunia.
Baca Juga : Review Singkat Skylancing Senggig, Bukit Cantik Yang Viral Di Feed Instagram
“Suatu saat Pak Kadis harus pergi ke Galata Port di Istanbul. Itu salah satu konsep port khusus kapal pesiar terbaru di dunia, dan bisa jadi gambaran ke depan untuk kita,” ujarnya.
Ia menutup kegiatan penyambutan tersebut dengan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kunjungan kapal pesiar perdana tahun ini.
“Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

