BUDAYA DAN PARIWISATAHEADLINETERKINI

Review Singkat Skylancing Senggig, Bukit Cantik Yang Viral Di Feed Instagram

Lombok Barat, NARASIMEDIA.NET – Senggigi selama ini dikenal luas sebagai kawasan dengan deretan pantai yang memesona. Namun, di balik popularitas itu, ada satu tempat yang belakangan kerap muncul di linimasa media sosial mimin, Nama tempatnya Skylancing, berlokasi di Senggigi. Rasa penasaran pun akhirnya membawa mimin menyempatkan diri berkunjung pada Sabtu 6 Juli kemarin.

Terletak di Kecamatan Batulayar, Skylancing Senggigi sebenarnya merupakan kawasan vila yang belum sepenuhnya rampung. Menariknya, area ini dibuka untuk umum oleh sang pemilik, sehingga siapa pun bisa menikmati keindahannya.

Awalnya, saat melihat cuplikan reels di media sosial, kesan pertama yang muncul adalah tempat wisata eksklusif dan mahal. Maklum yang tampak adalah deretan bangunan vila berarsitektur mewah. Fortunatelly, ternyata fakta justru sebaliknya, Tiket masuk ke Skylancing Senggigi justru sangat terjangkau, cukup membayar Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per orang.

Meski murah, tempat ini jauh dari kesan ramai atau penuh sesak. Suasananya justru cenderung tenang, bahkan bisa dibilang sepi. Salah satu alasannya mungkin karena untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 200 meter menanjak. Tenang saja, jalurnya cukup bersahabat dan bisa dilalui oleh hampir semua kalangan, termasuk yang tidak terbiasa hiking.

Selama perjalanan, mata dimanjakan deretan vila eksotik yang berdiri di lereng bukit. Lanskapnya sekilas seperti perbukitan di Italia Selatan, mix dengan nuansa tropis dan semilir angin khas pesisir Lombok.

Begitu sampai di puncak, terdapat sebuah taman lapang dengan penataan sederhana bergaya mediteranian. Dari titik ini, pengunjung bisa menikmati panorama Senggigi dari ketinggian, melihat garis pantai yang membentang, dan jika datang di sore hari, sunsetnya cantik, membawa vibes melankolis.

Sebagai catatan, tempat ini belum dan mungkin tidak menyediakan penjual makanan atau minuman seperti yang berjejer dipantai senggigi, saat kami berkunjung, tampaknya lokasi ini akan dikembangkan berkonsep kawasan premium, caffe ‘mahal’ untuk para ekspatriat dan mereka yang berlibur di vila, terlihat dari material bangunan dan aktivitas pekerja yang sedang menyelesaikan konstruksi vila.

Jadi, Untuk kenyamanan, mimin sarankan membawa bekal sendiri, dan yang tak kalah penting, mohon bawa kantong plastik atau wadah sampah pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *