Transisi Hilirisasi Bebani Kinerja, Amman Mineral Catat Rugi Rp2,9 Triliun
Mataram, NARASIMEDIA.NET – PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatat kinerja keuangan yang tertekan sepanjang Januari–September 2025. Perusahaan harus menanggung rugi sebesar US$175,05 juta atau sekitar Rp2,91 triliun, berbalik tajam dari posisi tahun lalu ketika masih berhasil mengantongi laba bersih US$720 juta.
Situasi ini tidak terlepas dari fase transisi perusahaan menuju operasi hilirisasi penuh, seiring dengan ramp-up fasilitas smelter dan berlakunya ketentuan pelarangan ekspor konsentrat. Perubahan kebijakan tersebut membatasi ruang penjualan, terutama hingga kapasitas produksi hilir benar-benar optimal.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen Amman menegaskan bahwa langkah hilirisasi merupakan agenda strategis jangka panjang, meski berdampak langsung pada performa keuangan tahun berjalan. Penjualan katoda tembaga yang kembali dimulai pada kuartal II dan penjualan emas murni pada kuartal III disebut mulai mendorong pemulihan bertahap.
Baca Juga : Kasus Suap Dua Senator DPD NTB Menguap, Aktivis Siapkan Aksi Desakan Transparansi Progres Penegakan Hukum
Sepanjang periode laporan, pendapatan bersih Amman tercatat hanya US$545 juta jatuh hingga 78,1 persen dibandingkan US$2,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan katoda tembaga sekitar US$389 juta, disusul emas murni sekitar US$155 juta. Adapun penyesuaian akhir penjualan konsentrat 2024 menyumbang sekitar US$1 juta.
Amman menyampaikan tengah mengurus izin ekspor konsentrat agar dapat menjual produk dalam dua bentuk sekaligus: konsentrat dan logam jadi. Kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat arus pendapatan selama proses optimalisasi smelter masih berlangsung.
Baca Juga : Legislator KSB Dalami Dugaan Penyelundupan Warganya ke Negara Konflik, Akan periksa Dinas dan Agen Terkait
Dari sisi fundamental, total aset Amman per akhir kuartal III-2025 meningkat menjadi US$12,81 miliar, naik 15,2 persen dibandingkan posisi akhir 2024. Adapun total liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat sebesar US$5,00 miliar.

