HEADLINETERKINI

PT DIU Buktikan Kapasitas Lokal Mampu Penuhi Standar Proyek Strategis Daerah

Foto : Istimewa

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pembangunan Kantor Baru Wali Kota Mataram menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas tenaga kerja lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui proyek strategis yang dikerjakan oleh PT Damai Indah Utama (PT DIU), pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menumbuhkan ekonomi daerah berbasis kemandirian sumber daya manusia dan pemanfaatan material dalam negeri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menyampaikan bahwa sekitar 85 persen tenaga kerja yang terlibat dalam proyek senilai Rp60 miliar tahap pertama ini berasal dari NTB, khususnya dari Pulau Lombok.

“Sejak awal kami menekankan agar proyek ini menjadi ruang pemberdayaan bagi tenaga kerja lokal. Dengan cara ini, kita tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun kapasitas SDM daerah agar semakin kompeten di bidang konstruksi,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga : Good News !, PDAM Giri Menang Siapkan Proyek Air Bersih Jangka Panjang dari Bendungan Meninting

Proyek pembangunan yang dikerjakan di atas lahan seluas 3,5 hektare tersebut mengusung konsep arsitektur modern berkarakter lokal serta mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan ketahanan terhadap bencana. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pemancangan, sementara jumlah tenaga kerja diperkirakan akan meningkat signifikan saat memasuki fase struktur dan pengecoran.

Selain memberdayakan tenaga kerja lokal, PT DIU juga mengutamakan penggunaan material dalam negeri. Sekitar 75 persen bahan konstruksi yang digunakan berasal dari produsen lokal di NTB, mencakup batu bata, semen, besi, kayu, hingga batu alam. Seluruh material memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk menjamin mutu dan ketahanan bangunan.

Baca Juga : PDAM Girimenang Klarifikasi Soal Debit Kecil dan Tagihan Tinggi di RDP DPRD Mataram

“Pemanfaatan material dalam negeri tidak hanya memperkuat rantai pasok lokal, tetapi juga menekan biaya logistik. Ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap industri kecil dan menengah yang menopang ekonomi daerah,” tambah Lale.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan bahwa proyek pembangunan kantor baru ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berorientasi pada sumber daya lokal merupakan bagian dari strategi kemandirian ekonomi daerah.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud dari semangat membangun dari kekuatan sendiri. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan memanfaatkan material dalam negeri, kita mempertegas arah pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” kata Mohan.

PT DIU sendiri telah memiliki rekam jejak panjang dalam pengerjaan proyek strategis di NTB, seperti pembangunan Gedung Kantor DPRD Lombok Timur, RSUD Mandalika, dan Gedung Pusat Bank NTB Syariah. Melalui pendekatan profesional dan etis, perusahaan ini menempatkan kualitas, efisiensi, dan tanggung jawab sosial sebagai prinsip utama dalam setiap pekerjaan.

Baca Juga : Beredar Video Diduga Kades Mantun dan Ketua BPD Dugem, Dua Pejabat Angkat Bicara

Total nilai pembangunan Kantor Baru Wali Kota Mataram diperkirakan mencapai Rp250 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi contoh penerapan konsep pembangunan inklusif yang tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga menguatkan fondasi ekonomi dan sosial masyarakat lokal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *