HEADLINENTBTERKINI

Gembar Gembor Ramai di media, GP Mandalika Malah Dikritik Bule UK Karna sepi ‘Negara 280 Juta Penduduk, Tapi Tribun Sepi’

Mandalika, NARASIMEDIA.NET – Tribun Mandalika tak semeriah yang dibayangkan. Di tengah ambisi besar pemerintah menjadikan MotoGP sebagai simbol kebanggaan nasional, seorang bule United Kingdom (UK) justru mempertanyakan logika di balik sepinya penonton. Dalam video yabg dibagikan akun Instagram Lombokparadisereels, ia tampak heran bagaimana mungkin negara berpenduduk 280 juta jiwa hanya mampu menghadirkan 121 ribu orang di ajang sebesar MotoGP?

“Saya benar-benar bingung dan sedikit kecewa,” ujarnya dalam video berdurasi lebih dari satu menit itu. “Sirkuit ini luar biasa, lokasinya juga luar biasa. Tapi dengan populasi 280 juta orang, saya kira tribun-tribunnya akan penuh.” Ujarnya.

Baca Juga : Daya Beli Nyungsep, Ekonom Ragukan Efek MotoGP Mandalika

Ia kemudian membandingkan data jumlah penonton antara Mandalika dan Le Mans, Prancis, yang menurutnya memperlihatkan kontras besar dalam minat publik.

“Mandalika yang indah hanya memiliki 121.000 penonton tahun lalu, sementara Le Mans mencapai 300.000 orang lebih dari dua kali lipat,” katanya.

Pria itu tampak tidak habis pikir bagaimana negara sebesar Indonesia, dengan populasi empat kali lipat dari Inggris, justru gagal menghadirkan keramaian di ajang sekelas MotoGP.

“Indonesia adalah negara dengan orang-orang paling bersemangat yang pernah saya lihat, tapi hanya 121 ribu yang datang? Ini mengejutkan,” lanjutnya.

Ia menyebut, ajang internasional seperti MotoGP Mandalika seharusnya menjadi kesempatan besar bagi publik Indonesia untuk menunjukkan antusiasme dan kekuatan dukungan mereka di mata dunia.

Baca Juga : Gaji Umbrella Girl MotoGP, Benarkah Menggiurkan?

“Ini seharusnya jadi momen untuk menunjukkan betapa bersemangatnya fans Indonesia. Tapi apakah ini semua kekuatan yang kalian miliki? Atau kalian akan membuktikan saya benar dengan tidak melakukan apa pun?” sindirnya.

Unggahan itu kemudian memicu ragam tanggapam. Banyak warganet yang sepakat dengan pandangannya, menilai antusiasme penonton memang tak sebanding dengan besarnya dana publik yang digelontorkan untuk ajang tersebut.

Salah satunya datang dari akun @ashrilhidayat, yang menyebut harga tiket dan akomodasi melonjak tajam selama akhir pekan balapan. “Wajar saja sepi, semua harga naik gila-gilaan,” tulisnya.

Komentar serupa juga muncul dari akun @pejalan.jalan, yang menyoroti mahalnya biaya transportasi domestik.

Baca Juga : Dana BTT Rp 484 miliar Tersedot Tanmpa Rincian, DPRD Desak Pemprov NTB Transparan

“Biar dunia tahu, harga tiket pesawat domestik lebih mahal dari tiket internasional,” tulisnya dalam kolom komentar.

Redaksi NARASIMEDIA.NET

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *