HAPPENINGNTBTERKINI

Daya Beli Nyungsep, Ekonom Ragukan Efek MotoGP Mandalika

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Gelaran MotoGP Mandalika 2025 diprediksi tidak akan memberi lonjakan signifikan bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB). Pandangan ini disampaikan Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, yang menilai lemahnya daya beli masyarakat masih menjadi masalah utama.

“Tahun ini nampaknya akan serupa, di mana daya beli masyarakat belum sembuh. Artinya animo masyarakat menonton MotoGP bakal semakin berkurang. Daya beli menurun, kepercayaan masyarakat ke pemerintah rendah, yang pada akhirnya konsumsi jasa/barang milik pemerintah juga akan rendah, termasuk pagelaran MotoGP,” kata Huda kepada Inilah.com, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga : Gaji Umbrella Girl MotoGP, Benarkah Menggiurkan?

Menurut Huda, kondisi itu berpotensi membatasi efek ganda dari ajang MotoGP. Sektor-sektor seperti perhotelan dan pariwisata, yang sebelumnya menjadi tumpuan, diperkirakan tidak lagi merasakan dampak sebesar pada gelaran perdana.

“Dampak ke sektor hotel, pariwisata juga tidak akan tinggi setinggi pertama kali digelar. Saya curiga, akan ada ‘pemaksaan’ pembelian oleh pemerintah ke pegawai di sana, entah pakai mekanisme APBN atau uang pribadi,” ujarnya.

Baca Juga : NTB dilanda Krisis Ganda : Peringkat Teratas Kredit Macet, dan Pertumbuhan Ekonomi Merosot Di Urutan 37 dari 38

Keterangan tersebut menyoroti tantangan serius yang dihadapi Provinsi NTB dan ITDC selaku pengelola kawasan Mandalika. Meski pemerintah pusat berupaya mendongkrak optimisme dengan menghadirkan juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, ke Istana Presiden, persoalan daya beli dan manfaat ekonomi lokal masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Redaksi NARASIMEDIA.NET 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *