AP3 NTB Soroti Satu Sosok Dibalik Dugaan Monopoli Proyek BBWS
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Aliansi Pemuda Pemerhati Pembangunan (AP3) Nusa Tenggara Barat menyoroti dugaan monopoli dalam pengerjaan sejumlah proyek bendungan di NTB. Ketua AP3 NTB, Firdaus, menyebut hampir semua proyek strategis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) diduga masuk ke tangan seorang pengusaha berinisial RC.
“Banyak proyek bendungan di NTB yang sumber dananya dari BBWS, hampir semuanya diduga diarahkan ke perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan RC. Bulan lalu misalnya, proyek Bendungan Pengge di Lombok Tengah juga dikerjakan oleh perusahaan rekomendasi dia,” ujar Firdaus, Selasa (10/9).
Baca Juga : Polemik Gedung DPRD NTB: Renovasi Rp76 Miliar, Usulan Bangun Baru Capai Rp200 Miliar
Menurut Firdaus, untuk menutupi praktik monopoli tersebut, RC diduga menggunakan berbagai nama perusahaan berbeda. Namun, kata dia, pola yang muncul tetap menunjukkan kendali pada satu pihak.
“Seolah-olah perusahaan yang menang tender berbeda, padahal kendalinya tetap di tangan orang yang sama. Kontraktor lokal jadi tersingkir dan tidak punya ruang bersaing,” ucapnya.
Firdaus juga menyinggung adanya dugaan kolusi antara RC dengan sejumlah pejabat di BBWS. Situasi ini, lanjutnya, dianggap mencederai prinsip transparansi dan kompetisi sehat dalam pengelolaan proyek strategis nasional.
Baca Juga : Ironi DBHCT : Pemerintah Sedot Triliunan Dari Cukai Tembakau, Petani Dipaksa Bertahan Tampa Subsidi
AP3 NTB berencana melaporkan dugaan praktik monopoli tersebut ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Laporan itu akan difokuskan pada dugaan adanya permainan dalam mekanisme tender proyek bendungan di NTB.
“Kami akan menyampaikan laporan resmi ke KPPU. Kami ingin KPPU turun tangan memeriksa seluruh proses tender yang melibatkan BBWS. Jangan sampai pembangunan yang mestinya untuk kepentingan masyarakat malah jadi bancakan segelintir pihak,” tegas Firdaus. (red)

