HEADLINENTBTERKINI

NTB Siaga Satu, Pola komunikasi Gubernur Jadi sorotan Usai gagal Mitigasi Konflik

Mataram, NARASIMEDIA.NET  – Penetapan status siaga satu oleh Polda NTB mendapat sorotan dari tokoh pemuda Fihirudin. Ia menilai langkah kepolisian itu memang wajar, namun seharusnya kondisi chaos yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD NTB dan perusakan Mapolda bisa dihindari jika komunikasi Forkopimda berjalan lebih solid sejak awal.

“Situasi nasional sejak 25 Agustus memang tidak menentu, ditambah dengan aksi anarkis di NTB yang berujung pada kebakaran gedung DPRD dan kerusakan di Mapolda. Jadi wajar kalau Polda menetapkan siaga satu. Tapi saya melihat komunikasi antara gubernur, Polda, dan Danrem kurang aktif. Kalau saja ada tindakan preventif jauh sebelum kejadian, saya yakin kerusuhan kemarin tidak akan terjadi,” kata Fihirudin, kamis (4/9).

Baca Juga : Aksi Damai Kasta NTB Ricuh, Benturan Dengan Mamiq Dar dan Laskar NTB Bersenjata Balok Kayu

Polda NTB sendiri telah menetapkan status siaga satu sejak 30 Agustus 2025, menyusul eskalasi kerusuhan yang merusak sejumlah fasilitas negara. Wakapolda NTB Brigjen Hari Nugroho menyebut, siaga satu diberlakukan untuk memperkuat kewaspadaan aparat, meningkatkan patroli di wilayah rawan, serta menjaga objek vital seperti kantor DPRD dan pemprov.

Meski situasi belakangan relatif kondusif, aparat keamanan tetap meningkatkan pengamanan. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam rapat koordinasi bersama Mendagri menegaskan, masyarakat tidak boleh lengah. “Kita tetap harus waspada, meski keadaan terlihat lebih tenang,” ujarnya.

Baca Juga : Rumah Singgah Sementara di RSUD NTB Tuai Kritik, 10 Pasien dan 20 Pendamping Bertahan di Kondisi Serba Minim

Fihirudin menambahkan, masyarakat NTB pada dasarnya masih menjunjung tinggi nilai saling menghargai dan menghormati. Karena itu, menurutnya, potensi anarkisme bisa ditekan jika aparat dan pemerintah daerah lebih cepat membaca situasi dan membangun komunikasi lintas sektor.

“Harapan saya ke depan Forkopimda lebih kompak menyikapi setiap peristiwa. Apalagi akhir-akhir ini banyak provokator masuk, dan itu terbukti dari kejadian kemarin,” ujarnya.

Baca Juga : Pasien Jantung Asal KLU Terlantar di Jakarta, Relawan Kritik Respons Simbolis Pemda

Dengan status siaga satu, NTB kini berada dalam pengamanan ketat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *