HEADLINENTBTERKINI

Rumah Singgah Sementara di RSUD NTB Tuai Kritik, 10 Pasien dan 20 Pendamping Bertahan di Kondisi Serba Minim

Mataram, NARASIMEDIA.NET  – Kondisi rumah singgah sementara di lingkungan RSUD Provinsi NTB menuai sorotan. Meski statusnya hanya sementara setelah relokasi dari bangunan lama yang sudah dialihfungsikan, tempat ini dinilai tidak layak untuk menampung pasien dan keluarga.

Saat ini tercatat 10 pasien bersama sekitar 20 pendamping masih bertahan di rumah singgah tersebut. Mereka menempati bangunan tanpa tembok permanen, tidur beralaskan lantai, dan minim fasilitas dasar. Situasi itu dinilai sangat memprihatinkan, terlebih bagi anak-anak yang ikut tinggal di sana.

Baca Juga : Masyarakat Tambang NTB akan Ikut Gelombang Protes Nasional di Kantor Gubernur, Tuntut Percepatan Legalisasi Tambang Rakyat

Relawan kemanusiaan, Zulfan, mendesak pemerintah provinsi agar tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Ia menegaskan, sekalipun hanya bersifat sementara, rumah singgah seharusnya tetap manusiawi. “Ini masalah kemanusiaan. Walaupun sementara, rumah singgah tetap harus layak ditempati. Kondisinya sekarang jauh dari itu,” ujar Zulfan, Selasa (2/9). “Yang menjadi persoalan, komunikasi antara pemda dan masyarakat belum menemukan titik temu, jadi sampai sekarang belum ada kesimpulannya,” tambahnya.

Arif, salah seorang keluarga pasien asal Bima, mengakui keterbatasan fasilitas membuat penghuni rumah singgah harus beradaptasi dengan kondisi serba minim. Anak-anak, kata dia, bahkan tidur beralaskan lantai. “Kami berharap ada perbaikan agar lebih nyaman sebelum rumah singgah baru benar-benar siap,” ungkapnya.

Baca Juga : Pemda dan DPRD KSB Tuai kritik, Gelar Konser Ditengah Kesenjangan Sosial

“Kami tetap ingin di sini. Jika pada akhirnya dibuatkan rumah singgah baru, minimal kami minta ada sedikit perbaikan. Setidaknya ada penutup agar tidak terlalu panas di siang hari dan tidak terlalu dingin di malam hari,” sambung Arif.

Hingga kini, belum ada kepastian dari Pemerintah Provinsi NTB terkait perbaikan fasilitas rumah singgah sementara tersebut. Rumah singgah baru yang dijanjikan pemerintah masih dalam tahap pembangunan, sementara pasien dan keluarga harus tetap bertahan di tempat sekarang. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *