BUDAYA DAN PARIWISATAHEADLINENTBTERKINI

Sudamala Resorts Hadirkan Pameran Seni Feminis, Tampilkan Karya Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Senggigi, NARASIMEDIA.NET — Pameran seni Senggigi Art Serenade resmi dibuka di Sudamala Resort Senggigi pada Sabtu (2/8), menampilkan puluhan karya bertema feminisme kontemporer dari seniman asal Bali, Ni Wayan Sutariyani. Mengusung tema “A Celebration of Art and Soulful Music”, pameran ini menghadirkan lukisan-lukisan ekspresif yang merepresentasikan cinta, perjuangan, dan kekuatan perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan, disertai dengan pertunjukan musik live yang memperkaya suasana artistik.

Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, serta perwakilan dari Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Saya merasa bangga dapat menyuarakan perjalanan hidup saya melalui seni. Bagi saya, seni adalah cerminan diri,” ujar Ni Wayan Sutariyani dalam sambutannya. Mengusung filosofi crazy, colorful, love, ia menjadikan lukisan sebagai jembatan spiritual antara dirinya sebagai perempuan Bali dan relasinya dengan Tuhan. “Bagi saya, ini bukan hanya tentang seni, tapi tentang seniman itu sendiri tentang suara, pengalaman, dan perjuangan hidup sebagai perempuan. Melalui karya-karya ini, saya ingin menyampaikan bahwa perempuan adalah simbol keberdayaan,” tambahnya.

Baca Juga : Gubernur NTB Resmikan Penerbangan Perdana Wings Air Lombok–Labuan Bajo

Apresiasi datang dari berbagai pihak. Tantowi Yahya, yang dikenal pula sebagai seniman dan politisi, mengungkapkan kekagumannya terhadap karya Sutariyani yang menurutnya memiliki daya emosional yang kuat. “Karya-karya Niway (panggilan akrab Ni Wayan Sutariyani) merepresentasikan perjuangan dan cinta dari sudut pandang seorang perempuan, baik sebagai ibu maupun individu yang berdaya. Setiap lukisan memuat emosi, perspektif, dan kejujuran yang khas, menjadikannya bukan sekadar karya seni, tetapi juga suara yang menginspirasi,” ujarnya.

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, juga memberikan penghargaan atas pesan yang disampaikan melalui lukisan-lukisan tersebut. Ia menilai karya-karya itu membawa narasi penting tentang cinta, keberanian, dan potensi perempuan. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi banyak perempuan untuk terus mengeksplorasi perannya di berbagai ruang,” katanya.

Baca Juga : Digitalisasi Wisata Senteluk, Pelindo Latih Warga Jadi Konten Kreator

Chief Operating Officer Sudamala Resorts, Ricky Putra, menyampaikan bahwa Senggigi Art Serenade adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ruang ekspresi bagi talenta lokal. “Pameran ini bukan hanya soal karya seni, tetapi juga penghormatan terhadap jiwa dan kisah Indonesia,” tegasnya.

Pameran seni ini akan berlangsung hingga 31 Oktober 2025 dan terbuka untuk umum.

Tentang Sudamala Resorts

Terletak di tepi pantai yang tenang di pesisir barat Lombok, Sudamala Resort Senggigi adalah resor butik yang memadukan pesona alam dengan kekayaan budaya lokal. Dikelilingi deretan pohon kelapa, pemandangan laut yang menenangkan, dan siluet gunung berapi di kejauhan, resor ini menawarkan 35 suite dan vila luas yang dirancang secara detail untuk merefleksikan warisan budaya dan keahlian tradisional Nusantara.

Didirikan pada tahun 2011, Sudamala Resorts adalah grup perhotelan asal Indonesia yang telah menerima berbagai penghargaan. Dikenal karena kemampuannya menggabungkan arsitektur tradisional, seni dan budaya lokal, serta layanan penuh ketulusan, Sudamala menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan dan autentik. Berawal dari kawasan Sanur, Bali, kini Sudamala telah berkembang ke wilayah eksotis seperti Senggigi (Lombok), Pulau Seraya Kecil, dan Labuan Bajo (Flores).

Baca Juga : Review Singkat Skylancing Senggig, Bukit Cantik Yang Viral Di Feed Instagram

Setiap properti dirancang untuk merefleksikan karakter lokal secara otentik. Dua di antaranya bahkan dilengkapi pusat selam kelas dunia yang dioperasikan oleh Aqura Dive, menawarkan akses ke keindahan laut yang masih alami. Properti keenam Sudamala dijadwalkan dibuka di Ubud pada kuartal akhir 2025, dengan sejumlah proyek pengembangan lainnya tengah dalam tahap perencanaan.

Dengan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia, Sudamala Resorts konsisten mengintegrasikan unsur seni, kerajinan tangan, dan arsitektur lokal ke dalam setiap detail desain. Sudamala bukan sekadar tempat menginap, tetapi sebuah perjalanan budaya yang menyeluruh menghadirkan perpaduan antara seni, spiritualitas, dan kemewahan yang bersahaja. (Red/Febrian)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *