Dibawah kepemimpinan Dr Mamang Bagiansyah, RSUD Praya Lombok Tengah : Dari Naik Kelas hingga Modernisasi Pelayanan
Lombok Tengah, NARASIMEDIA.NET — RSUD Praya di Kabupaten Lombok Tengah resmi direkomendasikan naik kelas dari Tipe C menjadi Tipe B oleh Kementerian Kesehatan. Rekomendasi tersebut merupakan hasil dari proses visitasi dan verifikasi yang dilakukan pada 9 November 2024 lalu, sebagai bagian dari upaya pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026.
Perubahan status ini menandai babak baru dalam penguatan pelayanan kesehatan di Lombok Tengah. Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Bagiansyah, menyatakan bahwa kenaikan kelas bukan sekadar perubahan administratif, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit secara menyeluruh.
“Kenaikan kelas RSUD Praya ini penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, berkualitas, dan unggul di masa mendatang,” ujar Mamang Bagiansyah.
Baca Juga : Sudamala Resorts Hadirkan Pameran Seni Feminis, Tampilkan Karya Bernilai Ratusan Juta Rupiah
Hasil visitasi dari tim Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa RSUD Praya direkomendasikan untuk naik ke kelas B dengan sejumlah catatan teknis yang harus dipenuhi dalam jangka waktu enam bulan. Hal tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penambahan layanan unggulan, serta penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.
“Komitmen dari semua pihak baik internal rumah sakit, pemerintah daerah, DPRD, maupun masyarakat Lombok Tengah sangat dibutuhkan agar RSUD Praya benar-benar mampu memberikan pelayanan terbaik,” tambah Mamang.
Keunggulan Strategis RSUD Praya
Sebagai bagian dari transformasi menuju rumah sakit tipe B, RSUD Praya telah menyiapkan berbagai strategi penguatan layanan:
1. Pelayanan Kritis Terintegrasi
Rumah sakit ini fokus pada pengembangan layanan penyakit kritis seperti kanker, jantung, saraf, dan ginjal. Saat ini, layanan neurologi sudah beroperasi secara optimal, sementara layanan jantung, kanker, dan ginjal terus dikembangkan melalui peningkatan SDM dan penyediaan alat kesehatan yang lebih canggih.
2. Transparansi dan Akuntabilitas
RSUD Praya menerapkan sistem dokumentasi terbuka di Instalasi Gawat Darurat (IGD) melalui rekaman video proses pelayanan medis. Langkah ini bertujuan membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi.
3. Humanisasi Layanan
Rumah sakit juga rutin menggelar pelatihan komunikasi efektif dan etika pelayanan bagi tenaga kesehatan guna menciptakan interaksi yang lebih empatik dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Baca Juga : Gubernur NTB Resmikan Penerbangan Perdana Wings Air Lombok–Labuan Bajo
4. Modernisasi Infrastruktur
Pada tahun 2024, pembangunan gedung poliklinik tiga lantai dimulai dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari Kementerian Kesehatan senilai Rp11 miliar. Lantai pertama telah selesai dan mulai digunakan, sementara lantai dua dan tiga ditargetkan rampung pada tahun 2025.
Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, RSUD Praya diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang tidak hanya unggul secara fasilitas, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang manusiawi, transparan, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (red)

