OPINITERKINI

ZULHIJAH: HADIRNYA LEMBAGA EKONOMI UMAT

Oleh : Dr. H. Muh. Irwan., H. Husain M.P., ( Dosen Program Magister FEB – Unram)

Mataram, NARASIMEDIA.NET

Alhamdulillah…
Karunia Ilahi kembali menyapa hari ini.
Usai menunaikan hak-Nya kala Subuh,
Kaki melangkah, tangan digerakkan perlahan
Melenturkan tubuh, menyegarkan jiwa yang letih.

Udara pagi menari keluar masuk dada,
Sementara peluh jatuh satu per satu,
Membawa pergi benih-benih penyakit
Bersama cucuran ikhlas tubuh yang bergerak.

Hari-hari ini, umat beriman bersiap berpacu,
Memetik berkah dari musim penuh anugerah.
Bonus agung dari langit terbuka lebar
Bekal akhirat tak lagi sebatas angan.

Disunahkan puasa di awal Zulhijah,
Dari tanggal satu hingga sembilan.
Jika ditambah dengan sedekah yang ringan,
Maka pahala pun datang dalam kelimpahan.

Inilah momen kebangkitan ekonomi umat,
Tak lagi gamang mencari dana segar,
Tak perlu menengadah pada riba yang haram,
Karena sedekah kini jadi sumber berkah.

Semangat puasa disandingkan dengan derma,
Melahirkan sumber keuangan bersama,
Menjadi dasar modal sosial

Menjawab kebutuhan tanpa beban bunga.

Bayangkan saja,
Jika 150 insan berpuasa dan bersedekah sepuluh ribu sehari,
Terkumpul dana Rp1.500.000 dalam satu hari.
Dan jika terus berlangsung sembilan hari,
Menjadi Rp13.500.000, dana yang suci dan produktif.

Masih tersisa hari untuk puasa Senin-Kamis,
Enam hari lagi di bulan penuh rahmat.
Tambahkan Rp9.000.000 dari ketulusan itu,
Maka terkumpullah Rp22.500.000 dalam Zulhijah ini.

Tidakkah pantas bulan ini disebut mulia?
Bulan yang memuliakan sesama,
Membebaskan dari jerat kemiskinan dan utang,
Membuka jalan ekonomi tanpa riba.

Bayangkan jika lebih banyak yang ikut serta,
Jika jumlah sedekah bertambah besar,
Berapa banyak dana akan terhimpun?
Berapa banyak yang lepas dari jerat rentenir kejam?

Zulhijah adalah bulan kurban bulan berbagi,
Bulan di mana daging halal tak hanya jadi santapan,
Tapi juga jadi pengingat bahwa rezeki harus merata,
Dan dana segar bisa jadi jalan kemandirian umat.

Semoga terwujud nyata..
Aamiin…

 

Baca Juga artikel terkait :

Pendidikan yang Berpihak pada Guru

Muda Dalam Definisi Politik

Touring Artis, Krisis Panutan, dan Harapan Pada Putra Bima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *