Heboh, Legislator DPRD NTB Diduga Monopoli Izin Distribusi Sapi Kurban, Netijen Soroti Motif Kunjungan Abdul Rauf Ke Disnakeswan Sebagai Pelicin
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Kehadiran Abdul Rauf, anggota Komisi II DPRD NTB, di Kantor Dinas Kesehatan Hewan Provinsi NTB menuai sorotan kritis. Video Kehadiran legislator tersebut ke disnakeswan ditengarai sebagai upaya mempercepat izin jalan Hewan Kurbannya yang hendak di distribusikan ke jakarta untuk idhul adha Juni esok. Video tersebut diunggah di akun Facebook bernama Rahmat Jayadi Pratama pada Kamis (1/5/2025) sekitar pukul 19.20 WITA.
Dalam unggahannya, Rahmat mempertanyakan motif kehadiran Abdul Rauf yang disinyalir berkaitan dengan kepentingan pribadi. “Kok tiba-tiba meminta gubernur untuk segera menunjuk pelaksana tugas di Dinas Peternakan? Bukannya Abdul Rauf sudah bertemu dengan kepala dinasnya?” tulis Rahmat.

Ia juga menyinggung soal dugaan adanya intervensi terhadap rekomendasi distribusi sapi yang dinilai mengorbankan pihak lain. “Bukannya minta rekomendasi sapi bisa masuk sampai CV lain dikorbankan?” lanjutnya.
Rahmat kemudian menegaskan, “Ini kepentingan rakyat atau kepentingan anda Bang Abdul Rauf?”
Dalam unggahannya itu, Rahmat turut membagikan tangkapan layar dari berita media online Barometer99.com berjudul “3.000 Rekomendasi Sapi Tertahan di Dinas Peternakan Imbas Mutasi, DPRD NTB Desak Gubernur Segera Tunjuk Penjabat Kadis Peternakan”. Ia juga menyertakan foto pertemuan Abdul Rauf dengan Kepala Dinas Kesehatan Hewan NTB.
Saat dikonfirmasi oleh narasimedia.net, Rahmat membenarkan unggahannya. Ia menilai kehadiran anggota dewan di kantor dinas tersebut tidak tepat.
“Seharusnya anggota DPRD tidak hadir langsung ke dinas untuk urusan ini atau ini memang urusan pribadi. Jika memang ada persoalan peternak, semestinya DPRD mengundang pihak dinas ke kantor dewan melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ujarnya singkat.

Menanggapi unggahan tersebut, akun Facebook bernama Sahrul menambahkan klarifikasi bahwa pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan turut dihadiri oleh beberapa awak media.
“Foto itu diambil dua hari lalu. Saya menghadap Kepala Dinas pukul 10 pagi, tapi beliau meminta agar menunggu Pak Rauf karena banyak masyarakat kesulitan berkomunikasi dengan dinas,” ujar Sahrul.
Ia kemudian mengkritisi posisi Abdul Rauf sebagai anggota DPRD yang seharusnya menggunakan jalur kelembagaan, bukan langsung mendatangi dinas. “Kalau memang untuk perjuangkan nasib peternak, DPRD bisa panggil dinas, bukan turun langsung ke kantor,” tambahnya.
Sahrul juga melontarkan tudingan bahwa kehadiran Abdul Rauf diduga berkaitan dengan kepentingan bisnis keluarga. “Diberitahu semua pihak, Rauf ini otak di balik ini semua. Demi kelancaran bisnis keluarganya di Jakarta,” tulisnya dalam komentar.
Ketika dikonfirmasi oleh media ini, Sahrul membenarkan bahwa akun tersebut adalah miliknya.
Sementara itu, Abdul Rauf dalam komentarnya menjelaskan bahwa kehadirannya ke dinas merupakan bentuk respon terhadap permintaan bantuan komunikasi dari masyarakat.
“Saya datang ke dinas atas ajakan Pak Khairuddin Juraid, karena saat itu banyak warga kesulitan menghubungi dinas. Dinas Peternakan adalah mitra kerja kami, jadi saya hanya membantu menyampaikan aspirasi. Tidak ada keluarga saya yang menjalankan bisnis sapi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa posisi Kepala Dinas Peternakan saat ini kosong karena pejabat sebelumnya telah dipindahkan menjadi Kepala Biro Umum.
Menanggapi diskusi tersebut, akun Facebook lain bernama Again Agus turut mengomentari: “Kasihan peternak, Pak Dewan. Jangan korbankan mereka. Mereka beli sapi dari uang bank,” tulisnya disertai emotikon menangis. (RED)

