BBPOM Mataram Ajak Pemda NTB Replikasi Program Kelayakan Pangan Untuk Seluruh UMKM Daerah
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Yosef Dwi Irwan, bersama jajaran melakukan audiensi dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., di kantor Gubernur NTB.
Yosef Dwi Irwan menekankan bahwa keberadaan obat dan makanan memiliki peran yang sangat penting dalam aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional, serta daya saing bangsa. Ia menyatakan bahwa Badan POM tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi, dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB kepada Badan POM. Semoga kolaborasi yang terjalin dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan daya saing pelaku usaha di NTB,” ujar Yosef.
Dalam audiensi tersebut, Yosef juga memaparkan beberapa program unggulan BPOM yang dilaksanakan oleh BBPOM Mataram, di antaranya adalah Program Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas, dan Intervensi PJAS Aman. Program-program ini telah dijalankan di berbagai desa, sekolah, dan pasar se-NTB sejak 2014, yang sejalan dengan Program Germas untuk mendukung pengentasan stunting serta pemberdayaan ekonomi melalui pendampingan pelaku usaha untuk mendapatkan izin edar seperti PIRT dan BPOM.
“Sejak 2014, BBPOM Mataram telah melakukan intervensi di 208 desa, 1.514 sekolah, dan 22 pasar di NTB. Kami berharap Pemerintah Daerah dapat melakukan replikasi program ini agar cakupannya lebih luas lagi,” jelas Yosef.
Selain itu, Yosef juga mengungkapkan bahwa beberapa prestasi tingkat nasional telah diraih oleh perwakilan NTB dalam lomba yang digelar BPOM pada 2023 dan 2024. Di antaranya adalah Desa Kembang Kuning, SDN 19 Cakranegara, MTsN 1 Mataram, SMAN 5 Mataram, MAN 1 Sumbawa, dan Pasar Dasan Agung. Yosef berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh untuk desa, sekolah, dan pasar lainnya di NTB.
Yosef juga melaporkan bahwa sejak 2020, DAK Non Fisik POM telah digulirkan untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan di daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah untuk mengawal mutu dan keamanan pangan serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam upaya mendukung UMKM, BBPOM Mataram meluncurkan program Gemilang Pro UMKM (Gerakan Lintas Lembaga Mengawal Daya Saing Produk UMKM) yang bertujuan untuk mempercepat perizinan melalui kolaborasi pendampingan dengan berbagai lembaga, termasuk pemberdayaan mahasiswa. Yosef juga mencontohkan produk kuliner khas NTB yang sudah melalui proses sterilisasi dan aman untuk dikonsumsi, seperti sate rembige dan ayam taliwang, yang kini bisa dinikmati kapan saja tanpa harus dibekukan.
Terkait masalah keamanan obat dan makanan di NTB, Yosef juga menyampaikan beberapa tantangan yang masih perlu perhatian, antara lain penggunaan bahan berbahaya seperti boraks dalam kerupuk terigu dan mie basah, serta penjualan antibiotik tanpa resep yang dapat menyebabkan Anti Microbial Resistance (AMR).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas dukungan BBPOM di Mataram dalam menjaga keamanan obat dan makanan di NTB. Gubernur Iqbal juga berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BBPOM, salah satunya dengan revitalisasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB. Beliau juga berharap dukungan BBPOM dalam pendampingan UMKM agar produk-produk lokal dapat bersaing secara lebih luas.
Gubernur Iqbal menambahkan, pemberdayaan masyarakat juga perlu diperkuat, salah satunya melalui sinergi dengan Tim Penggerak PKK yang memiliki kader hingga tingkat desa dan kelurahan untuk mengedukasi masyarakat terkait keamanan pangan. Terkait AMR, Gubernur Iqbal mengarahkan perlunya pengendalian di apotek-apotek agar antibiotik hanya diberikan dengan resep dokter serta sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Di akhir audiensi, Yosef menyatakan bahwa BBPOM Mataram siap mendukung berbagai program unggulan yang digagas oleh Gubernur NTB dalam rangka mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia untuk Indonesia Emas 2045. “Kami berkomitmen untuk memastikan keberadaan BBPOM di Mataram memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal mutu dan keamanan obat serta makanan di NTB,” pungkas Yosef.

