WASPADA !, BPOM Temukan Pangan Rusak dan Takjil Mengandung Boraks Saat Intensifikasi Pengawasan Pangan di Lombok Barat-Utara

Lombok, NARASIMEDIA.NET – Kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan Terpadu Ramadhan 1446 H terus berlanjut, kali ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara. Kegiatan pengawasan ini dilakukan bersama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, serta Gerakan Pramuka melalui SAKA POM, dengan fokus untuk memastikan keamanan pangan menjelang bulan suci Ramadhan.
Yosef, salah seorang anggota Tim Pengawasan Pangan, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, peran Pemerintah Daerah (Pemda) sangat penting. “Kami senantiasa melibatkan Pemda karena mereka adalah garda terdepan dalam mengawal Keamanan Pangan di daerah. Jika ada temuan, diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan efektif,” ujar Yosef.
Tim Terpadu melakukan pemeriksaan terhadap enam sarana retail pangan, dengan hasil empat sarana memenuhi ketentuan dan dua sarana tidak memenuhi ketentuan. Temuan berupa pangan rusak (produk yogurt) dan kemasan penyok (produk susu kental manis) ditemukan sebanyak 199 pieces dengan nilai ekonomi Rp446.400. Pangan yang rusak langsung dimusnahkan oleh pemilik, sementara pangan dengan kemasan penyok diperintahkan untuk dikembalikan ke pemasok dengan bukti retur.

Yosef juga mengingatkan konsumen agar berhati-hati saat membeli produk pangan kalengan. “Jika konsumen menemukan pangan kaleng seperti susu kental manis, ikan kaleng, atau buah kaleng dengan kemasan rusak, jangan dibeli meskipun dijual dengan harga diskon. Pengemas kaleng yang penyok dapat menyebabkan pelapis bagian dalam terkelupas, yang berpotensi menimbulkan karat dan mencemari pangan tersebut,” tegas Yosef.
Lebih lanjut, Yosef menjelaskan bahwa meskipun jarang terjadi, kaleng penyok berpotensi menyebabkan keracunan makanan serius, salah satunya adalah botulisme. “Botulisme disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum yang dapat berkembang biak dalam kaleng penyok. Toksin yang dihasilkan tidak dapat dilihat, dicium, atau dirasakan, tetapi sedikit saja toksin ini bisa menyebabkan kelumpuhan otot, kesulitan bernapas, bahkan kematian,” jelas Yosef.
Selain pemeriksaan sarana retail, Tim juga melakukan sampling dan uji cepat (rapid test) terhadap 41 sampel jajan takjil. Temuan mengejutkan terjadi pada salah satu sampel mie basah yang mengandung boraks. “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Kami akan menelusuri hingga tingkat produksi untuk melakukan pembinaan dan memutus mata rantainya,” ungkap Yosef.
Yosef mengingatkan konsumen untuk selalu memperhatikan kebersihan saat membeli takjil. “Pastikan kebersihan lokasi jualan, kebersihan pedagang, dan pastikan makanan tertutup. Pedagang juga sebaiknya menggunakan sarung tangan atau penjapit saat mengambil makanan. Jika takjil tampak ada penyimpangan warna, bau, atau rasa, jangan dibeli. Selain itu, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak untuk menjaga puasa Ramadhan yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran tentang pentingnya Keamanan Pangan, Tim Pengawasan Pangan juga melakukan edukasi langsung kepada pedagang dan konsumen, melalui pemberian leaflet tentang Keamanan Pangan, serta informasi mengenai aplikasi BPOM Mobile dan Cek KLIK.
Kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan Terpadu ini akan terus berlangsung hingga Idul Fitri 1446 H. Masyarakat yang menemukan pelanggaran terkait obat dan makanan dapat melaporkan melalui layanan informasi dan pengaduan masyarakat di nomor 087871500533 (7×24 jam) atau datang langsung ke kantor BPOM di Mataram, Jl. Catur Warga – Kota Mataram.
(Red)

