Smelter AMNT Rampung, Pemda KSB Ditantang Buktikan Efek Ganda Hilirisasi
SUMBAWA BARAT, NARASIMEDIA.NET –Proyek smelter tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat, telah rampung 100 persen. Setelah seluruh pekerjaan konstruksi dan punch list komisioning diselesaikan, fasilitas tersebut memasuki fase operasi jangka panjang.
Smelter AMMAN telah melewati performance guarantee test. Fasilitas ini dirancang mengolah hingga 900.000 metrik ton konsentrat tembaga per tahun yang berasal dari tambang Batu Hijau dan ke depan dari tambang Elang.
Produk yang dihasilkan dari fasilitas tersebut mencakup katoda tembaga serta produk samping berupa emas, perak, asam sulfat dan selenium.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya menyampaikan harapan agar beroperasinya penuh smelter AMNT memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah.
Iqbal mengatakan proses pemurnian di dalam negeri memberikan nilai tambah terhadap hasil pertambangan.
“Volumenya menurun pasca harus pemurnian di dalam negeri, yang tadinya hitungannya kapal-kapalan, sekarang tidak kapal-kapalan, tapi nilainya juga besar,” ujar Iqbal, 20 Agustus 2026.
Sekretaris Dinas ESDM NTB Niken Arumdati mengatakan smelter AMNT telah menyelesaikan seluruh tahapan uji kinerja dan memasuki fase operasi penuh sejak Juni-Juli 2026.
Di tingkat daerah, Pemkab KSB mendorong pengembangan industri turunan seiring keberadaan smelter. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas lapangan kerja dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal serta UMKM.
Kepala Bappeda KSB Suhadi menyebut aktivitas pertambangan AMNT memberikan kontribusi Dana Bagi Hasil (DBH) kepada KSB sebagai daerah penghasil.
“Royalti Dana Bagi Hasil (DBH) kita dari AMMAN kurang lebih Rp 400 miliar pertahun sebagai daerah penghasil,” kata Suhadi dalam pemberitaan Samawarea, 24 Agustus 2026.
Dari sisi ketenagakerjaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja KSB Selamet Riady menyebut sekitar 17.392 orang bekerja dalam ekosistem pertambangan, baik di AMMAN maupun perusahaan subkontraktornya. Sementara jumlah pengangguran di KSB disebut sekitar 3.416 orang.
Selamet juga menyebut tenaga kerja KSB yang bekerja di smelter telah mencapai 48 persen. Pemerintah daerah saat ini mengirim ratusan masyarakat KSB mengikuti pelatihan untuk menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan smelter.
“Untuk tenaga kerja KSB di smelter sudah mencapai 48 persen. Saat ini kita sedang mengirim ratusan masyarakat KSB untuk mengikuti pelatihan guna menyiapkan skill sesuai kebutuhan smelter,” kata Selamet.
Selamet mengatakan AMNT bersama perusahaan mitranya terbuka melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan tenaga kerja.
“Untuk kebutuhan tenaga kerja di smelter, PT AMMAN dan mitra sangat terbuka dengan kita pemerintah sehingga kita sangat siap memenuhi kebutuhan smelter dan kebutuhan industri turunannya seperti industri pupuk, semen, baterai dan lain lain nantinya,” ujarnya.

