Demo Kepung DPR Hari Ini, Empat Aliansi Bawa Tuntutan Berbeda
JAKARTA, NARASIMEDIA.NET – Gedung DPR/MPR RI di kawasan Senayan, Jakarta, menjadi titik aksi sejumlah kelompok masyarakat pada Kamis (27/8/2026). Sedikitnya empat kelompok dijadwalkan menyampaikan aspirasi dengan tuntutan yang berbeda.
Keempat kelompok tersebut yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
AMPB membawa isu pemberantasan korupsi. Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menyebut kelompoknya memiliki dua tuntutan, yakni mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
Supriyono memastikan aksi AMPB digelar secara damai.
“Kami ke Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami mendukung gerakan kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” kata Botok di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Sementara itu, AMDB juga membawa tuntutan mengenai RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Kelompok tersebut turut menyoroti persoalan harga kebutuhan pokok dan penundaan transaksi rekening donasi warga Pati.
Berbeda dengan AMPB dan AMDB, GERAM membawa agenda yang lebih luas. Aliansi yang terdiri atas sejumlah organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil itu dijadwalkan menggelar aksi mulai pukul 14.00 WIB di depan Gedung DPR RI. Mereka membawa 10 poin tuntutan, antara lain terkait perlindungan pekerja rumah tangga, demiliterisasi, penghentian kriminalisasi aktivis, serta penyitaan aset hasil korupsi untuk kepentingan publik.
Di sisi lain, RMP4 datang dengan sikap yang berbeda. Kelompok relawan dari Madura tersebut menyatakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka tetap meminta evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
DPR Siap Terima Aspirasi
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan parlemen siap menerima aspirasi dari kelompok masyarakat yang menyampaikan tuntutan dalam aksi tersebut.
“Jadi, partisipasi dari masyarakat jika ingin menyatakan masukannya, kemudian menyatakan aspirasinya, tentu saja akan kami terima di gedung DPR,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Puan juga menyatakan pimpinan DPR terbuka untuk bertemu dengan perwakilan massa. Ia mengimbau agar aksi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kericuhan.
“Pimpinan DPR bisa saja (menemui peserta aksi demo), hari ini pun pimpinan DPR juga bertemu dengan perwakilan-perwakilan dari masyarakat yang ingin bertemu,” ujarnya.
Sebelumnya, KAMMI menyatakan menolak rencana aksi AMPB di Gedung DPR/MPR RI. Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Muhammad Amri Akbar mengatakan penolakan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap ketertiban umum dan potensi tindakan konfrontatif.
“Ini sebagai wujud kedewasaan berdemokrasi. Mari kita kawal agenda pemberantasan korupsi dengan cara-cara yang konstitusional, damai, dan bermartabat, sehingga suara rakyat didengar tanpa harus mengorbankan keutuhan dan kedaulatan bangsa,” kata Amri.

