Jalan Parado Hanya Ditangani Darurat, Pemprov NTB Pertimbangkan Trase Baru
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas PUPR Provinsi NTB menegaskan penanganan ruas Jalan Lintas Parado saat ini bersifat darurat. Opsi pembukaan trase baru mulai dipertimbangkan menyusul kondisi geografis yang dinilai labil dan berisiko jika terus dibangun di lokasi yang sama.
Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ilham Ardiansyah, mengatakan perbaikan yang tengah berjalan difokuskan agar akses masyarakat tetap dapat dilalui, bukan pembangunan permanen.
Baca Juga : Sidang Etik Nyatakan Eks Kapolres Bima Kota Bersalah Dan Di PTDH
“Penanganan sekarang ini sifatnya darurat. Artinya agar masyarakat masih bisa lewat. Kalau kita bangun permanen di titik yang sama, dengan kondisi alam seperti itu, sama saja kita buang-buang uang karena potensi rusaknya tetap tinggi,” ujar Ilham, kamis (19/2).
Ia menjelaskan, secara kontur geografis, ruas Parado berada di wilayah dengan tingkat kerentanan longsor yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya sistem drainase teknis pada pembangunan sebelumnya, sehingga air permukaan langsung menggerus badan jalan saat hujan.
Menurut Ilham, membangun kembali konstruksi permanen di titik yang sama dinilai tidak efektif dari sisi perencanaan infrastruktur jangka panjang. Karena itu, Pemprov mulai mempertimbangkan alternatif membuka jalur baru di trase berbeda yang dinilai lebih stabil.
“Alternatifnya memang harus kita pikirkan membuka jalan baru di lokasi lain. Kalau tetap di situ, dengan kondisi tanah yang labil, sebaik apa pun kualitas konstruksinya tetap berisiko rusak,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui rencana pembukaan trase baru tersebut belum masuk dalam tahap perencanaan detail. Saat ini, fokus pemerintah masih pada pemulihan akses darurat agar mobilitas masyarakat tidak terputus.
“Untuk jalan baru, itu masih wacana teknis yang perlu dikaji lebih lanjut. Belum ada perencanaan final. Sekarang prioritas kita memastikan akses tetap terbuka,” tegasnya.
Sebelumnya, Puluhan meter jalan provinsi di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, ambruk akibat hujan deras pada 23 Januari 2026, menyebabkan akses penghubung Monta–Parado rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga : Pemprov NTB Bantah Narasi Penelantaran WN Malaysia di Lombok
Tidak adanya jalur alternatif memaksa pengendara melintas dengan hati-hati, sementara kendaraan berat harus bongkar muat di dua sisi jalan yang terputus.

