Dugaan ASN Siluman Menguat, Data Rekap RSUD NTB Terindikasi Rekayasa
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Kroscek data RSUD NTB bersama awak media, Jumat (13/02), tidak dapat mengurai sengkarut dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) siluman. Kroscek data itu berlangsung di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB.
Dalam pertemuan itu hadir bagian Hukum dan Kehumasan, tim keuangan, serta tim Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD NTB. Kegiatan tersebut disaksikan Sekretaris Dinkes NTB yang mewakili Kepala Dinkes NTB selaku Kepala SKPD.
Pada kesempatan itu, pihak RSUD NTB mengakui kebenaran data jumlah ASN yang sebelumnya diberitakan sejumlah media daring. Data tersebut, menurut manajemen, bersumber dari dokumen Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Dokumen tersebut dilengkapi tanda tangan bertinta biru atas nama dr H Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH., yang saat itu menjabat Direktur RSUD NTB.
Baca Juga : Bronjong Mpuri Longsor, BWS NT I Belum Bisa Jelaskan Detail Proyek
Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa data yang muncul dalam pemberitaan hanya mencantumkan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), belum termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Objeknya sama, detailnya baru kita konfirmasi,” ujar Ketua Tim Kerja Hukum dan Kehumasan RSUD NTB, Ns. H. Lalu R. Doddy Setiawan, SH., MH.
Doddy menjelaskan, jumlah PNS per Desember 2024 tercatat sebanyak 988 orang. Selain itu, terdapat penambahan PPPK sebanyak 148 orang dan PPPK angkatan ke-2 sebanyak 193 orang. Dengan demikian, total ASN per Desember 2024 disebutkan mencapai 1.315 orang.
Baca Juga : Sabu, Alprazolam hingga Happy Five Diamankan Bareskrim, Eks Kapolres Bima Resmi Jadi Tersangka
“Hasil klarifikasi tim kerja keuangan dan SDM, data di pemberitaan hanya menyebutkan jumlah PNS saja. Belum terakumulasi PPPK,” kata Doddy.
Meski demikian, data rekapitulasi ASN yang ditunjukkan RSUD NTB dalam forum tersebut mencantumkan jumlah PNS sebanyak 988 orang dengan keterangan “per Desember 2023”. Keterangan waktu tersebut berbeda dengan penjelasan Doddy yang menyebut total ASN per Desember 2024 sebanyak 1.315 orang.
Perbedaan keterangan tahun pada data tersebut menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi angka yang disampaikan. Selain itu, dokumen rekap yang diperlihatkan dalam forum tidak dilengkapi tanda tangan maupun pengesahan resmi sebagaimana dokumen Laporan Realisasi APBD yang sebelumnya dirujuk.
Baca Juga : Kasus Narkoba Polres Bima Kota, BAP Beber Dugaan Permintaan Alphard Rp1,8 Miliar oleh Kapolres
Dalam pertemuan itu, manajemen RSUD NTB juga belum dapat menunjukkan dokumen Laporan Realisasi APBD Tahun Anggaran 2023 dan 2022 saat diminta oleh awak media. Selain itu, pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan rinci terkait jumlah ASN tahun 2024 yang tercantum dalam laporan evaluasi Rencana Kerja (Renja) sebanyak 1.079 orang.
Hingga berita ini diturunkan, perbedaan data jumlah ASN antara dokumen anggaran, laporan Renja, dan rekapitulasi yang disampaikan dalam forum kroscek masih menunggu penjelasan lanjutan dari pihak terkait. (red)

