HEADLINENTBTERKINI

Gelombang Tinggi Hantam Pesisir Kuranji, Nelayan Tradisional Hentikan Aktivitas Melaut

//“Gelombang Tinggi Angin Barat, Pasokan Ikan di Pesisir Kuranji Menurun”

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Cuaca buruk berupa hujan disertai angina kencang sejak awal januari kemarin membuat masyarakat pesisir kuranji, yang mayoritas berprovesi sebagai nelayan tradisional memilih tidak melaut untuk sementara waktu. Akibatnya, pasokan ikan yang biasanya dijajakan dipelataran jalan pesisir desa kuranji, kini sepi ditutupi jejeran kapal nelayan yang terparkir.

Ibu asiah, salah seorang warga mengutarakan bahwa aktivitas mereka melaut sudah dihentikan sejak senin kemarin, hal ini dilakukan seiring dengan naiknya intensitas gelombang yang diakibatkan angina barat yang masih berlangsung.

Baca Juga : Akademisi Unram Kritisi Kejati Soal ‘pokir Siluman’  DPRD NTB, Nilai Penerima Harus Jadi Tersangka

“nelayan disini sudah sejak senin kemarin berhenti melaut, belum ada ikan yang masuk minggu ini, nelayan belum berani melau’’ tuturnya, saat diwawancarai rabu, (14/1).

Hal ini sontak mengakibatkan harga ikan melambung naik, sebut saja, ikan di sepanjang jalan pesisir loang balok alami lonjakan harga. ikan tongkol bakar yang sebelumnya dijual sekitar Rp10 ribu per ekor, kini naik menjadi Rp15 ribu. Kenaikan harga tersebut berpotensi terus berlanjut selama cuaca buruk belum mereda.

“Harga ikan sudah mulai naik. Sekarang ikan jadi lebih mahal karena cuaca buruk,” kata salah seorang pemilik warung seafood di kawasan tersebut.

Baca Juga : Belasan Miliar Kerugian Pokir Alsintan KSB, Publik Tunggu Penjelasan Rinci Kejari

Sementara itu, hingga kini belum ada imbauan resmi dari BMKG maupun  Dinas Kelautan dan Perikanan terkait larangan melaut bagi nelayan tradisional selama cuaca ekstrem berlangsung.

Dalam kondisi tersebut, belum terlihat adanya skema bantuan atau alternatif penghidupan yang disiapkan pemerintah bagi nelayan pesisir yang terdampak langsung oleh kondisi cuaca ekstrem. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *