HEADLINENTBTERKINI

Aksi Aliansi PPS KS Ditunda, Alihkan Fokus Ke Dialog dan Konsolidasi

Kabupaten Sumbawa, NARASIMEDIA.NET — Rencana aksi unjuk rasa yang digagas Pejuang Aliansi Pemekaran Pulau Sumbawa Kabupaten Sumbawa (PPS KS), yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 22 September 2025 di Simpang Boak, diputuskan untuk ditunda.

Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang terkait situasi sosial dan politik terkini. Koordinator Lapangan Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa, Jahuddin Denis, menyebut penundaan tersebut bertujuan menjaga stabilitas dan menghindari potensi gesekan yang bisa merugikan masyarakat.

Baca Juga : Problema Pengangkatan 14.077 P3k Pemkab Bima, Aktivis Kritisi Alokasi Anggaran Habis Hanya Untuk Belanja Gaji Pegawai

“Aliansi PPS berkomitmen untuk tetap transparan dengan masyarakat. Penundaan ini memberi ruang bagi dialog lebih intensif dengan berbagai pihak,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat aliansi akan menggelar pertemuan untuk menyerap masukan dan aspirasi masyarakat. Menurutnya, langkah itu penting agar masyarakat tetap merasa menjadi bagian dari perjuangan pemekaran Pulau Sumbawa.

Meski aksi ditunda, semangat perjuangan tidak akan surut. Jahuddin menegaskan aliansi akan memanfaatkan waktu ini untuk memperkuat jaringan, mengedukasi masyarakat, dan memperluas dukungan.

“Kami bertekad mempersiapkan aksi yang lebih terencana dan efektif di masa depan dengan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak yang dilindungi undang-undang, namun komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat harus tetap dikedepankan.

Baca Juga : Dugaan Mega Korupsi Alat Peraga SMK, MAKI NTB Bongkar Skema RAB Pabrikan, Temukan Cashback 30–35 Persen dari Pabrikan

Dengan penundaan ini, Aliansi PPS berharap masyarakat tetap solid dan terus mendukung perjuangan pemekaran sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan Pulau Sumbawa.

“Semoga penundaan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan, sehingga ketika aksi digelar kembali, langkah yang diambil bisa lebih matang dan membawa dampak positif,” pungkas Jahuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *