HEADLINENTBTERKINI

Sikapi kasus Keracunan MBG, BPOM Mataram Tegaskan Perannya Sebagai Pendamping 

Mataram, NARASIMEDIA.NET — Menyikapi sejumlah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram menegaskan posisinya sebagai pendamping dalam aspek keamanan pangan. Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, menjelaskan bahwa pengawasan utama berada di Badan Gizi Nasional (BGN), sementara BPOM fokus memastikan standar keamanan dari hulu hingga hilir.

“BPOM Mataram berkewajiban mendampingi dan memastikan aspek keamanan pangan dalam program MBG. Namun perlu dipahami bahwa kewenangan utama program ini ada di Badan Gizi Nasional,” jelas Yosef dalam Media Gathering BPOM di Mataram, Senin (22/9).

Baca Juga : Dugaan Mega Korupsi Alat Peraga SMK, MAKI NTB Bongkar Skema RAB Pabrikan, Temukan Cashback 30–35 Persen dari Pabrikan

Menurutnya, pengawasan dilakukan melalui kerja sama dengan Satuan Penyedia Pangan Bergizi (SPBG) yang memiliki penanggung jawab, ahli gizi. BPOM berperan memastikan standar keamanan pangan, termasuk proses dari hulu hingga hilir mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga distribusi ke sekolah.

“Keracunan pangan bisa terjadi bukan hanya karena proses di dapur, tetapi juga faktor di sekolah. Misalnya, anak-anak tidak mencuci tangan sebelum makan, sehingga mikroba mudah masuk. Edukasi kebersihan menjadi sangat penting,” tambahnya.

Baca Juga : Ironi DBHCT : Pemerintah Sedot Triliunan Dari Cukai Tembakau, Petani Dipaksa Bertahan Tampa Subsidi

Yosef optimistis, seiring perbaikan berkelanjutan dan edukasi kepada sekolah maupun penyedia pangan, kasus keracunan akibat program MBG dapat ditekan. “Program ini sangat baik karena tujuannya meningkatkan gizi masyarakat, tapi harus diimbangi dengan pengawasan ketat dan edukasi yang berkesinambungan,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *