NTB Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Pertama FORNAS di Kawasan Timur Indonesia

Mataram,NARASIMEDIA.NET — Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mencatat sejarah sebagai tuan rumah pertama penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) di kawasan timur Indonesia. Lebih dari 18.000 peserta dari seluruh nusantara turut ambil bagian dalam ajang nasional ini yang digelar di Mataram.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan kebanggaan dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB. Ia menyebut FORNAS bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum memperkuat kebudayaan, kelestarian lingkungan, serta semangat persatuan.
“Hari ini menjadi catatan sejarah. Untuk pertama kalinya FORNAS digelar di wilayah timur Indonesia. Lebih dari 18.000 peserta dari seluruh Nusantara hadir, dan kami merasa terhormat menyambut mereka di bumi NTB,” ujar Gubernur Iqbal dalam sambutannya.

Baca Juga :Gubernur NTB Lepas Ekspor Komoditas Non-Tambang, Kirim Produk ke Empat Negara
Mengusung semboyan “Kalah Menang, Semua Senang”, FORNAS VIII menekankan nilai partisipasi dan kebahagiaan masyarakat. Iqbal menyatakan bahwa lebih dari 90 persen elemen acara digarap oleh putra-putri daerah NTB, mulai dari desain panggung, pertunjukan seni, hingga lagu tematik.
“Dalam waktu persiapan hanya tiga bulan, kami tidak hanya belajar dari para ahli, tapi juga berupaya menciptakan dampak ekonomi lokal sebesar-besarnya,” tambahnya.
Turut hadir dalam pembukaan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyampaikan apresiasi atas keberhasilan NTB menjadi tuan rumah FORNAS VIII 2025.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, beserta Ibu Wakil Gubernur, Hj. Indah Dhamayanti Putri, yang telah menjadi tuan rumah acara yang luar biasa ini,” ujar AHY, disambut tepuk tangan para peserta.
Baca Juga : Tim Kemenag RI Tinjau Lokasi Pembangunan Kampus IAIN Bima
Menurut AHY, keistimewaan FORNAS terletak pada kekuatan basis komunitasnya. Ia menilai bahwa olahraga yang tumbuh dari kecintaan komunitas cenderung lebih berkelanjutan dan dekat dengan masyarakat.
“Semangat yang lahir dari komunitas menjadikan olahraga lebih langgeng, menyenangkan, dan membumi,” ungkapnya.
Lebih jauh, AHY menekankan bahwa FORNAS juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi sektor UMKM dan pariwisata lokal. Ia menyebut bahwa kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Baca Juga: Gubernur NTB Resmikan Penerbangan Perdana Wings Air Lombok–Labuan Bajo
“Event-event olahraga seperti FORNAS ini memiliki multiplier effect. Ekonomi daerah bergerak, UMKM tumbuh, dan pariwisata berkembang. Ini sejalan dengan semangat NTB: Makmur dan Mendunia,” jelasnya.
AHY berharap FORNAS dapat digelar secara berkelanjutan tiap tahun dan menjadi wadah konsolidasi nasional dalam memperkuat budaya olahraga berbasis komunitas.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia dan pihak terkait, termasuk Ketua KORMI Adil Hakim dan Ketua Panitia Nasional FORNAS VIII Ibnu Riza Pradipto.
“Semoga semua cabang olahraga yang dipertandingkan sukses dan dinikmati. Selamat untuk NTB, semoga FORNAS menjadi momentum kebangkitan olahraga masyarakat Indonesia,” tutupnya.

