HEADLINENTBPENDIDIKANTERKINI

Tim Kemenag RI Tinjau Lokasi Pembangunan Kampus IAIN Bima

Bima, NARASIMEDIA.NET – Tim Visitasi Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi pembangunan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima pada Kamis (24/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan data pendukung, baik dari sisi administrasi maupun sarana dan prasarana, sebagai bagian dari syarat utama pendirian kampus.

Peninjauan lapangan ini melibatkan tim lintas kementerian yang turut didampingi oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bima. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bidang Aset BPKAD, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perkim, Irbansus Inspektorat, perwakilan Dinas Dikbudpora, Bappeda, serta Bagian Umum dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Bima. Tim bersama-sama meninjau aset berupa tanah dan bangunan, serta mencocokkannya dengan dokumen kepemilikan yang tersedia.

Adapun tim dari Kementerian Agama RI yang hadir antara lain Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Jeffri Aprianto, Lina Maulida Arif Putri S.HI, dan Fahdiar Rizki Atu A.Md dari Setditjen Pendis, Sishka dari Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri, Hasyim Khumaedi dari Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kisman Supriyatna dan Lulu’atun Nasihah dari Biro Ortala, serta Wahyu Lestari dari Subdit Kelembagaan dan Kerja Sama.

Baca Juga: Gubernur NTB Resmikan Penerbangan Perdana Wings Air Lombok–Labuan Bajo

Dari pihak Komite Pendirian IAIN Bima turut hadir sejumlah akademisi ternama, antara lain Prof. Dr. H. Tib Raya, M.A sebagai Ketua Penasehat, Prof. Dr. H. Muhammad, M.Pd., M.S sebagai Ketua Komite Pendirian, serta Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si sebagai Sekretaris. Anggota komite lainnya meliputi Prof. Dr. Ismail, M.Pd, Prof. Dr. Syarifudin, M.Pd, Prof. Dr. Gajali, SH., MH., dan Dr. H. Yudin Citriadin, M.Pd.

Setelah proses peninjauan selesai, tim visitasi bersama Komite IAIN Bima menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Bima yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Fatahullah, S.Pd. Rapat ini membahas kelengkapan administrasi yang menjadi syarat akhir untuk mengajukan pendirian IAIN Bima secara resmi.

Baca Juga :Gubernur NTB Lepas Ekspor Komoditas Non-Tambang, Kirim Produk ke Empat Negara

“Harapan besar datang dari pemerintah Kabupaten Bima, dan sejarah pendirian IAIN Bima telah melewati waktu cukup panjang bersamaan dengan adanya proposal dari pemerintah Kabupaten dan pemerintah Kota Bima,” ujar Ketua Komite Pendirian IAIN Bima, Prof. Dr. H. Muhammad, M.Pd., M.S dalam rapat tersebut.

Hasil survei dan tinjauan lapangan ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Menteri Agama. Tim juga menyampaikan daftar dokumen yang masih perlu dilengkapi oleh Pemerintah Kabupaten Bima sebagai bagian dari kelengkapan akhir.

Baca Juga : Sekolah Rakyat Jadi Prioritas Gubernur NTB dalam Agenda Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

“Penerbitan Perpres pendirian IAIN akan ada setelah Menpan melakukan proses lebih lanjut terhadap dokumen-dokumen yang diperlukan,” jelas salah satu anggota tim.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bima atas komitmen tinggi yang telah ditunjukkan dengan penyediaan lahan seluas 9,6 hektarem melebihi syarat minimum 5 hektare yang ditetapkan.

“Kami atas nama Kementerian Agama menyampaikan apresiasi karena ini merupakan hal luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bima. Aset tersebut perlu dilakukan pengamanan agar tidak dikuasai oleh pihak lain,” imbuhnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *