HEADLINENTBTERKINI

Klarifikasi ID Card Satgas Dinsos di VIP MotoGP Mandalika, Kabid Resos Sebut Istri (Sekdispar Mataram) Punya Tiket Grand Stand dan Diajak ke Luxury Tent Tujuan Eksidental atas Permintaan Pendampingan

Foto : Track Views di VIP Luxury Tent Mandalika International Street Circuit (IST)

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Armansyah, membantah tudingan membawa anggota keluarga selama tiga hari berturut-turut ke area VIP Luxury Tent pada ajang MotoGP Mandalika 2026.

Dalam klarifikasinya, Armansyah menyatakan dirinya hanya berada di lokasi pada hari terakhir pelaksanaan MotoGP, Minggu, 11 Oktober 2026. Ia juga menyebut telah membeli tiket Grand Stand Premium Zona C jauh sebelum kegiatan berlangsung.

“Tidak benar bahwa keluarga pejabat Dinsos, dalam hal ini saya, membawa keluarga termasuk saya selama tiga hari berturut-turut ke area MotoGP dimaksud. Saya hanya menonton justru di hari terakhir,” kata Armansyah dalam klarifikasinya, minggu (19/10)

Armansyah menjelaskan, keberadaannya di area Luxury Tent pada hari terakhir tersebut berkaitan dengan permintaan staf pendamping penyandang disabilitas. Menurut dia, staf tersebut meminta dirinya memberikan masukan kepada pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengenai aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Ia mengaku memerlukan ID Card berwarna hitam untuk memasuki area tersebut. Karena tidak tega meninggalkan istrinya sendirian di Grand Stand Premium Zona C, Armansyah mengatakan mengajak istrinya.

“Nah, tiket Zona C saya berikan kepada dua orang pendamping supaya saya bisa naik ke Luxury Tent untuk bertemu pihak ITDC/MGPA, memberikan masukan dan sekaligus menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Jelaskan Keberadaan Anak Pendamping

Armansyah juga memberikan penjelasan mengenai keberadaan seorang anak di area Luxury Tent yang menjadi bagian dari laporan dugaan penggunaan ID Card Satgas oleh anggota keluarga pegawai Dinsos NTB.

Menurut dia, anak tersebut merupakan anak dari stafnya yang bertugas sebagai pendamping penyandang disabilitas. Ia menyebut anak itu ingin menemui ibunya yang berada di area Luxury Tent.

“Terkait ada anak kecil, itu adalah anak staf saya selaku pendamping. Dia pun tidak bisa naik menemui ibunya kalau tanpa ID tersebut, sehingga driver yang membawa rekan disabilitas meminjamkan ID tersebut untuk naik ke Luxury Tent menemui ibunya,” kata Armansyah.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul polemik yang sebelumnya disampaikan DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) NTB terkait dugaan penggunaan ID Card Satgas Dinsos NTB oleh anggota keluarga pegawai di area VIP Luxury Tent.

Sebelumnya, Ketua DPD Pertuni NTB, Topan, menyampaikan laporan mengenai dugaan penggunaan kartu tersebut oleh anggota keluarga pegawai atau pejabat selama tiga hari pelaksanaan MotoGP. Ia menilai kartu yang diperuntukkan bagi petugas atau pendamping penyandang disabilitas semestinya digunakan sesuai peruntukannya.

Armansyah membantah dirinya membawa keluarga selama tiga hari berturut-turut. Ia juga menyampaikan bahwa kritik dan masukan Pertuni NTB mengenai keterwakilan penyandang tunanetra dalam kegiatan serupa merupakan masukan yang baik.

Menurut Armansyah, ia telah menghubungi pihak Pertuni NTB secara langsung. Ia menyatakan mendukung usulan agar ke depan penyandang tunanetra turut dilibatkan melalui usulan Dinsos.

“Tidak ada masalah, ini masukan yang bagus supaya rekan-rekan tunanetra juga bisa diajak oleh Dinsos,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *