DPRD NTB Minta Program Lanjutan Pasc a-MotoGP untuk Ekonomi Daerah
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Anggota Komisi III DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muhamad Aminurlah, meminta pemerintah provinsi segera merumuskan program lanjutan setelah penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 untuk menjaga aktivitas ekonomi daerah.
Aminurlah mengatakan, program pengembangan ekonomi tidak seharusnya berhenti setelah penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut berakhir.
“Jadi tidak hanya berhenti pada saat gelaran event itu saja. Program lanjutan kedepannya yang bisa menggeliatkan ekonomi kedepannya itu seperti apa, harus segera dipikirkan dan dirumuskan,” ujar Aminurlah kepada Garda Asakota, Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut anggota DPRD dari daerah pemilihan Bima-Dompu tersebut, pemerintah dapat mempertimbangkan penyelenggaraan acara serupa dalam skala lokal maupun melobi pelaksanaan Formula 1 (F1) di Sirkuit Mandalika.
Namun, ia menyerahkan perumusan langkah tersebut kepada kepala daerah.
Aminurlah juga menyoroti manfaat penyelenggaraan MotoGP bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menilai dampak kegiatan tersebut terhadap persoalan kemiskinan di NTB perlu menjadi perhatian bersama.
“Misalnya adakah sinergitas program MotoGP ini dengan Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan dengan Lombok Tengah. Seperti apa sinergitasnya? Yang banyak terdampak itu masyarakat kelas menengahnya. Tapi bagi masyarakat miskin yang ada di daerah itu seperti apa manfaat yang bisa mereka dapatkan? Dan itu yang perlu dipikirkan bersama,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah melanjutkan penyelenggaraan MXGP yang sebelumnya digelar di Pulau Sumbawa pada masa pemerintahan Zul-Rohmi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikemas kembali untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Sumbawa.
Selain itu, Aminurlah meminta pengembangan ekonomi melalui kegiatan pariwisata turut menjangkau daerah lain, termasuk Lombok Timur dan Lombok Utara. Ia mencontohkan potensi wisata Sembalun yang dapat dipromosikan melalui keterkaitan dengan agenda pariwisata daerah.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD NTB, Hulaimi, mengatakan pemerintah perlu terus mengembangkan kegiatan yang mengangkat budaya dan pariwisata di setiap daerah.
Ia mencontohkan pacuan kuda di Pulau Sumbawa sebagai salah satu kegiatan yang berpotensi menarik kunjungan apabila dikemas dengan baik.
“Meski pelaksanaannya tidak seperti event MotoGP, tapi paling tidak event-event itu bisa mengangkat budaya dan pariwisata di daerah seperti di Pulau Sumbawa ada Event Pacuan Kuda. Ini menarik jika eventnya dikemas sedemikian rupa dan dibuatkan menarik sehingga bisa meningkatkan kunjungan ke daerah,” ujar Hulaimi.
Meski demikian, Hulaimi menyoroti keterbatasan dukungan anggaran, terutama untuk bantuan hibah kepada masyarakat dan kelompok seni.
“Keinginan kita saat sekarang ini cukup besar untuk membantu masyarakat tapi tidak berkoherensi dengan kebijakan yang ada di Pemerintah yang mengetatkan bantuan dana hibah bagi masyarakat,” katanya.

