MotoGP Mandalika Jadi Panggung Budaya NTB, UMKM dan Pelaku Lokal
LOMBOK TENGAH, NARASIMEDIA.NET –Rangkaian side event MotoGP Mandalika 2026 menghadirkan pertunjukan budaya, festival kuliner, dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal dan kesenian Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada pengunjung ajang balap internasional tersebut.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah Lombok Sumbawa Festival 2026 di area belakang Great Stand B, Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (10/10). Festival ini menampilkan Cilokak Akselerasi, tarian khas Sumbawa, serta produk UMKM daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan festival tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah.
“Ini merupakan panggung bagi Nusa Tenggara Barat pada momen penyelenggaraan MotoGP untuk menampilkan potensi yang dimilikinya, baik potensi budaya maupun potensi ekonomi kreatif,” ujarnya.
Selain festival budaya, Mandalika Street Food Festival Vol. 2 digelar di Bazar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Jumat (9/10). Kegiatan tersebut menghadirkan kuliner lokal bagi pengunjung MotoGP.
Keterlibatan pelaku usaha juga terlihat dari partisipasi UMKM dalam rangkaian acara. Dinas Koperasi dan UKM NTB menyebut sebanyak 114 UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di NTB dilibatkan dalam MotoGP Mandalika 2026, dengan usaha kuliner mendominasi peserta.
Salah seorang pelaku UMKM, Baiq Rohayani, menyampaikan pengalamannya berjualan selama acara berlangsung.
“Alhamdulillah, dua hari pelaksanaan MotoGP jualan laku keras,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Selain festival dan bazar, Parade Rider MotoGP digelar di Kota Mataram pada 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan langsung para pembalap, disertai pertunjukan budaya dalam rangkaian acara.
Promosi budaya juga dilakukan melalui museum tematik di kawasan sirkuit yang menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun dari koleksi Museum Negeri NTB.
Rangkaian side event tersebut mempertemukan olahraga internasional, seni tradisional, kuliner, dan produk UMKM dalam satu agenda. Keterlibatan pelaku usaha dan komunitas budaya menjadi bagian dari promosi potensi daerah selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Adapun besaran dampak ekonomi dari kegiatan tersebut masih memerlukan pengukuran lebih lanjut. Data realisasi omzet UMKM dan dampak terhadap perekonomian daerah diperlukan untuk mengetahui hasil ekonomi penyelenggaraan MotoGP tahun ini.

