HEADLINENTBPOLITIKTERKINI

Rekaman Suara 19 Menit Kuatkan Dugaan Pemberhentian Sepihak Pengurus PSI NTB

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pasca klarifikasi Ketua Dewan Pembina DPW Parta Solidaritas Indonesia (PSI) NTB, Guru Mangku Gede Wenten, atas dugaan pemberhentian sepihak para pengurus wilayah, beredar rekaman suara yang kembali menguatkan dugaan tersebut.

Rekaman Suara berdurasi sekitar 19 menit yang diduga hasil perdebatan Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB, Lalu Budi Suryata dengan salah satu pengurus inti, Yeni Suryani, menguak beberapa nama pengurus yang turut diberhentikan.

Termasuk di dalamnya anggota Dewan Pembina, Amir Hamzah dan pengurus wilayah, Rr Sri Dewi Damayanti. “Nama Ibu Yeni, Bu Roro, dan Abah Amir masuk dalam rapat evaluasi (Pemberhentian,red),” ungkap Lalu Budi Suryata.

Selain menyebutkan nama, Lalu Budi Suryata juga membeberkan alasan partai memberhentikan para pengurusnya.

Menurut dia, pihak-pihak yang diberhentikan terindikasi terlibat dalam kelompok yang ingin menggantikan posisinya sebagai ketua.

“Saya Lalu Budi Suryata, karena dianggap tidak punya modal tidak punya uang, ya nggak usah gabung,” ungkapnya

Terhadap Amir Hamzah, kata Lalu Budi Suryata, pihaknya tidak memberhentikan yang bersangkutan, karena telah mengundurkan diri secara sadar.

“Abah Amir Hamzah tidak diberhentikan karena sudah mengundurkan diri dia,” ujar dia dalam suara rekaman tersebut.

— Diberhentikan Tanpa Klarifikasi atau Undangan Pleno —

Ditemui di Mataram, Jumat (02/10/2026), Yeni Suryani membenarkan suara rekaman tersebut. Kendati demikian, dirinya membantah bahwa rekaman itu direkam dan disebar oleh dirinya.

“Kenapa bisa ada rekaman beredar,” ungkap Yeni dengan herannya.

Yeni mengaku, perdebatan di rekaman tersebut dipicu khabar yang menyebutkan dirinya beserta beberapa pengurus diberhentikan saat evaluasi di rapat pleno partai.

Ia menilai, pemberhentian tersebut sepihak. Sebab jauh hari sebelumnya, Lalu Budi Suryata selaku ketua tidak pernah menunjukan upaya klarifikasi.

“Apalagi Abah Amir disebut-sebut sudah mengundurkan diri secara sadar sebelum diberhentikan, padahal orangnya nggak pernah mengajukan pengunduran diri. Ini kan hoaks,”

Selain itu, pihak-pihak yang dimaksud tidak pernah mengirimkan undangan tentang adanya agenda pleno. “Upaya klarifikasi itu penting. PSI merupakan partai besar di bawah Pak Jokowi. Ini malah kita disingkirkan begitu saja,” sindirnya.

— Kejanggalan Muncul Usai Rakorwil —

Rakorwil PSI NTB yang diselenggarakan bulan Mei lalu, seharusnya dijadikan dasar untuk mempererat koordinasi antarpengurus wilayah. Sayangnya pasca rapat tersebut, mencuat beberapa kejanggalan.

Salah satunya soal dugaan ketidaktransparanan Ketua DPW PSI NTB terhadap sejumlah laporan yang disampaikan Lalu Budi Suryata. Pihaknya meragukan setiap laporan yang disampaikan ke pusat, tidak sesuai fakta dan sarat kepentingan.

“Kenapa bisa ada salah satu pengurus yang mengundurkan diri. Ini yang dipertanyakan ada apa,” timpanya.

— Bongkar Pasang Pengurus Didasari Sentimen Pribadi —

Menurut Yeni, PSI merupakan partai politik yang terbuka, dan transparan, selaras dalam AD/ART partai. Ia menilai, sikap dan keputusan Lalu Budi Suryata memberhentikan pengurus wilayah tidak bisa dibenarkan.

Terlebih alasannya disebabkan laporan dari pihak ketiga, yang secara langsung menuduh dirinya bersama rekan-rekan pengurus ingin melengserkan Lalu Budi Suryata.

“Ini kan penilaian subjektif pribadi, larinya karena suka dan tidak suka,” timpalnya.

Berkaitan dengan masalah tersebut, lanjut Yeni, pihaknya telah bersurat ke pusat dan mendesak DPP, khususnya Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep untuk segera melakukan evaluasi terhadap Ketua DPW PSI NTB.

Hal ini disebabkan kecintaannya terhadap Joko Widodo, Ia bersama rekan-rekannya tidak ingin PSI dilemahkan oleh oknum-oknum yang hanya mementingkan diri dan kelompoknya sendiri.

“Jangan sampai PSI hanya dijadikan alat untuk keuntungan segelintir oknum,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *