HEADLINENTBTERKINI

Di Tengah Keluhan Bau Smelter, DLHK NTB Sebut Sosialisasi PT AMNT Tak Bahas Solusi untuk Warga

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menggelar sosialisasi operasional smelter tembaga dan pemurnian logam mulia (PMR) pada Kamis (30/7/2026), dengan mengundang sejumlah instansi pemerintah yang membidangi pengawasan lingkungan. Namun, di tengah keluhan masyarakat mengenai bau menyengat yang diduga berasal dari kawasan smelter, persoalan tersebut disebut tidak menjadi materi pembahasan dalam forum tersebut.

Berdasarkan surat bernomor L-358.a/MZ-AMNT/VII/2026 tertanggal 24 Juli 2026, PT AMNT mengundang Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, Kepala Bidang Wilayah II Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat untuk menghadiri Sosialisasi Operasional Smelter yang berlangsung di Community Hall Townsite PT AMNT.

Redajsu kemudian meminta konfirmasi kepada Kepala DLHK Provinsi NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi, mengenai substansi sosialisasi tersebut, khususnya menanyakan solusi atas keluhan masyarakat Maluk terkait bau menyengat yang sebelumnya ramai dikeluhkan warga.

Menjawab pertanyaan tersebut, Didik memberikan jawaban singkat. “Nggak ada,” katanya.

Redaksi kemudian menanyakan relevansi materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut dengan persoalan yang dikeluhkan masyarakat di sekitar kawasan smelter. Pertanyaan itu mencakup apakah PT AMNT telah melakukan pembaruan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), mengingat lokasi smelter yang berdekatan dengan permukiman warga, bagaimana hasil evaluasi terhadap jarak kawasan industri dengan kawasan hunian, serta langkah mitigasi yang disiapkan untuk merespons keluhan masyarakat terkait bau menyengat. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pertanyaan tersebut belum mendapat tanggapan.

sebelumnya, Dalam pemberitaan pada 10 Juli 2026, warga mengaku bau tersebut menyerupai belerang dan muncul pada waktu-waktu tertentu hingga menyebabkan gangguan kesehatan, seperti tenggorokan sakit, batuk, bahkan ada warga yang mengaku didiagnosis bronkitis setelah menjalani pemeriksaan medis.

Keluhan tersebut juga muncul di tengah kondisi permukiman masyarakat di Kecamatan Maluk yang berada relatif dekat dengan kawasan industri smelter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *