Meski Ditolak Warga, Pemprov NTB Pastikan Proyek Seaplane di Bendungan Batujai Tetap Berjalan
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan rencana pengoperasian pesawat air (seaplane) beserta pembangunan terminal di kawasan Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, tetap berlanjut meski mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa hingga saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap pemenuhan berbagai persyaratan administratif dan teknis sehingga belum ada aktivitas pembangunan fisik di lokasi.
Menurut Ahsanul, proses yang sedang berlangsung meliputi pengurusan perizinan, penyusunan kajian lingkungan, serta pemenuhan ketentuan lain sesuai peraturan perundang-undangan sebelum proyek dapat direalisasikan.
“Belum ada kegiatan pembangunan di lapangan karena seluruh proses masih berada pada tahapan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama sejumlah pihak terkait juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat di sekitar Bendungan Batujai, termasuk kelompok nelayan dan pemuda yang menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.
Sosialisasi, kata dia, akan terus dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai rencana operasional seaplane, mulai dari aspek keselamatan penerbangan, perlindungan lingkungan, hingga potensi dampaknya terhadap aktivitas warga di kawasan bendungan.
Menanggapi anggapan bahwa proyek tersebut dipaksakan, Ahsanul membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan seluruh tahapan dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan administratif, teknis, maupun lingkungan sebelum memasuki tahap pelaksanaan.
“Pemerintah tidak akan mengabaikan kepentingan masyarakat. Seluruh proses dilakukan secara bertahap agar setiap aspek dapat dikaji secara matang dan aspirasi masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.
Pemprov NTB juga menyatakan pengembangan investasi di daerah harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan terus dilakukan agar warga setempat memiliki peluang untuk terlibat dan merasakan manfaat dari pengembangan kawasan Bendungan Batujai.
Selain itu, Pemprov NTB menegaskan tetap menghormati aspirasi masyarakat yang menyampaikan penolakan terhadap rencana operasional seaplane.
“Setiap investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, masukan dan aspirasi warga merupakan bagian penting yang akan didengar dan menjadi perhatian dalam setiap tahapan proses,” kata Ahsanul.
Pemerintah berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus berlangsung secara terbuka sehingga perbedaan pandangan mengenai rencana pengembangan seaplane di Bendungan Batujai dapat diselesaikan melalui musyawarah, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan upaya mendorong investasi di NTB.

