Dua Kader Berdarah Saat Aksi, PMII Kota Mataram Tuding Aparat Represif dan Desak Kapolri Copot Kapolda NTB
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram mendesak Kapolri mencopot Kapolda NTB setelah dua kader PMII mengalami luka dan pendarahan dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (23/6/2026).
Koordinator Lapangan aksi, Ahmad Husni, menilai tindakan aparat kepolisian saat pengamanan demonstrasi telah mengakibatkan dua kader PMII mengalami luka fisik hingga berdarah.
“Kami menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap dua kader PMII Kota Mataram hingga mengalami luka dan pendarahan,” kata Husni dalam pernyataan sikap yang diterima media.
Menurutnya, insiden tersebut tidak dapat dipandang sebagai bagian dari prosedur pengamanan aksi semata. PMII Kota Mataram meminta pertanggungjawaban hukum atas peristiwa yang menyebabkan kader mereka terluka.
“Atas kejadian ini kami meminta Kapolda NTB bertanggung jawab secara hukum. Kami juga meminta Kapolri mencopot Kapolda NTB karena salah satu anggotanya telah melukai kader kami,” ujarnya.
Aksi yang digelar PMII Kota Mataram tersebut mengusung sejumlah tuntutan nasional. Massa mendesak pemerintah menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 secara berdaulat, mencabut UU Polri dan UU TNI serta mengembalikan supremasi sipil.
Selain itu, massa juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru, evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembubaran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang mereka nilai rawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta pemulihan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Tuntutan lainnya mencakup perombakan kabinet berdasarkan kompetensi dan otoritas jabatan serta percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda NTB terkait tudingan tindakan represif aparat dan tuntutan pencopotan Kapolda NTB yang disampaikan PMII Kota Mataram.

