EKONOMI DAN BISNISNTBTERKINI

Pemprov NTB–ID FOOD Teken MoU Industri Ayam Rp1,2 Triliun

Mataram, NARASIMEDIA.NET –

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID FOOD untuk pengembangan industri ayam terintegrasi senilai Rp1,2 triliun di Kabupaten Sumbawa.

Penandatanganan MoU dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo di Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut turut disaksikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda.

Kerja sama ini ditujukan untuk membangun ekosistem industri perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit ayam, pakan, produksi, hingga pengolahan dan distribusi produk.

Iqbal mengatakan proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat di NTB.

Menurutnya, selama ini sektor bibit ayam dan pakan masih didominasi pelaku usaha besar, sehingga banyak peternak rakyat berada dalam pola kemitraan yang membuat mereka sulit berkembang.

“Kami ingin membangun ekosistem peternakan yang lebih adil dan memberi ruang bagi peternak lokal untuk berkembang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kebutuhan telur dan daging ayam di NTB yang masih mengalami defisit sehingga sebagian pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Di sisi lain, program nasional Makan Bergizi Gratis diperkirakan akan meningkatkan permintaan produk peternakan dalam beberapa tahun ke depan.

Proyek ini merupakan tindak lanjut dari groundbreaking industri ayam terintegrasi yang sebelumnya telah dimulai di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menyebut perusahaan akan membangun rantai industri perunggasan terintegrasi dengan melibatkan peternak rakyat melalui skema contract farming dan perjanjian offtake untuk menjamin kepastian pasar.

Selain itu, peternak juga akan mendapat pelatihan teknis serta akses pembiayaan melalui berbagai skema pendanaan seperti kredit investasi, kredit modal kerja, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di sisi hilir, ID FOOD akan mengembangkan fasilitas rumah potong unggas, pengolahan karkas, hingga pengemasan produk yang akan didistribusikan melalui jaringan logistik nasional perusahaan.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menilai proyek tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional untuk membangun industri perunggasan yang terintegrasi dengan melibatkan peternak rakyat.

Sebagai tindak lanjut MoU, ID FOOD dijadwalkan melakukan survei lapangan di Kabupaten Sumbawa guna memastikan kesiapan teknis dan kelayakan lokasi proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *