Smelter Mandek, Produksi Konsentrat Terus Jalan: Amman Bidik Freeport sebagai Penyelamat
Mataram, NARASIMEDIA.NET – PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mengkaji kemungkinan pembelian konsentrat tembaga dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Kajian ini dilakukan seiring tingginya persediaan konsentrat Amman di tengah kondisi smelter perusahaan yang berstatus kahar.
VP Corporate Communications Freeport, Katri Krisnati, mengatakan evaluasi yang dilakukan perusahaan mencakup aspek teknis, operasional, keekonomian, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Proses tersebut diperlukan sebelum Freeport memutuskan untuk mengambil konsentrat dari Amman.
“Freeport saat ini tengah melakukan evaluasi terkait opsi pengambilan konsentrat tembaga dari Amman,” kata Katri dikutip dari Bloomberg Technoz, Rabu (22/11/2025).
Baca Juga : Desa Penyangga Tambang Tak Kebagian Manfaat: Kepala Desa Lito Angkat Bicara
Sejumlah data menunjukkan bahwa Amman memang memiliki persediaan konsentrat yang cukup besar. Perusahaan mencatat inventory akhir 2024 sebesar 190.000 dmt. Angka itu bertambah menjadi 226.637 dmt pada akhir September 2025. Pada periode yang sama, produksi konsentrat telah mencapai 310.143 dmt, termasuk 273.506 dmt yang diumpankan ke fasilitas smelter.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya memberikan relaksasi ekspor kepada Amman sebesar 480.000 dmt hingga April 2026. Relaksasi tersebut dikeluarkan karena smelter AMMN dinyatakan dalam kondisi kahar.
Dorongan untuk memanfaatkan konsentrat Amman juga datang dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia meminta Freeport dan Amman menjajaki kerja sama secara business to business (B2B), terlebih setelah pasokan konsentrat ke smelter Freeport di Manyar terhenti akibat penangguhan operasi tambang Grasberg sejak insiden longsoran di bawah tanah pada awal September.
Baca Juga : Meski Diberi Relaksasi Ekspor, Saham AMMN Masih Terseok
Meski demikian, Freeport menegaskan bahwa pengambilan keputusan tetap harus melalui evaluasi menyeluruh, termasuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang masih dibahas bersama Kementerian ESDM.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Rachmat Makkasau, menyatakan perusahaannya terbuka menjual konsentrat ke pihak mana pun selama memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua belah pihak.
“Kita terbuka untuk melakukan penjualan ke siapa saja yang tentunya memberikan benefit untuk kedua-dua pihak,” Pungkas Rachmat usai acara CEO Forum 2025. (red)

