EKONOMI DAN BISNISHEADLINETERKINI

Meski Diberi Relaksasi Ekspor, Saham AMMN Masih Terseok

Mataram, NARASIMEDIA.NET — Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terus menghadapi tekanan meski pemerintah telah memberikan relaksasi ekspor. Per 14 November 2025, harga saham AMMN berada di sekitar Rp 6.600, turun dari level atas di awal bulan.

Relaksasi ekspor konsentrat tembaga telah diberikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selama enam bulan, mulai akhir Oktober 2025, karena smelter AMNT (anak usaha AMMN) mengalami kerusakan dan belum sepenuhnya beroperasi.

Baca Juga : Anggaran Tim Percepatan Membengkak, LMND: Publik Berhak Tahu Target Kerjanya

Namun, di tengah kebijakan ini, kinerja keuangan AMMN masih jauh dari harapan. Pada kuartal III 2025, perusahaan mencatat penjualan bersih hanya US$ 545 juta, jauh turun dibanding US$ 2,49 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Akibat penurunan pendapatan drastis itu, AMMN mencatat rugi bersih mencapai US$ 175 juta (sekitar Rp 2,8 triliun), menurut laporan keuangan.

Baca Juga : Miris, Taman Rumah Dinas RSUD Manggelewa Habiskan Anggaran Rp186 Juta, Tak Ada Sehelai Bunga Pun yang Ditanam

Sementara itu, AMMN juga menargetkan produksi emas sebanyak 90.000 ounce hingga akhir tahun 2025 sebagai upaya diversifikasi usaha. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *