Keluarga Pemilik Lahan Desak PT AMNT Penuhi Janji Rekrutmen dan Kompensasi
Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET – Keluarga Setolah, warga Desa Benete, Kecamatan Maluk, mendesak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menepati komitmen terkait kompensasi pelebaran lahan tambang pada 16 Juni 2017 yang berdampak pada hilangnya lahan perkebunan milik mereka.
Saat itu, pihak perusahaan menyepakati pemberian kompensasi senilai Rp350 juta serta kesempatan kerja bagi tiga anak Setolah. Namun dalam prosesnya, skema kompensasi tersebut diubah menjadi penambahan satu anak lagi untuk diterima bekerja sehingga total empat anak Setolah disepakati akan direkrut perusahaan, namun hingga saat ini, kompensasi tersebut belum dipenuhi pihak AMNT.
Baca Juga : Mutiara Ilegal Sekaroh: Bisnis Ratusan Miliar Terbang Ke Australia, Perda Tak Bergeming
“Jadi kesepakatannya, bukan lagi Rp350 juta. Diganti dengan empat anak kami diterima bekerja di Amman. Itu sudah disetujui dan ditandatangani,” ungkap Ibu Yuliana, istri Setolah, melalui pesan WhatsApp kepada narasimedia.net, Sabtu (8/11).
Dokumen kesepakatan tersebut diketahui dan ditandatangani oleh pihak perusahaan, Kepala Desa Benete, dan pihak Kecamatan Maluk. Penandatanganan dilakukan secara resmi di Kantor Desa Benete.
Namun kenyataannya, hingga lebih dari tujuh tahun berlalu, satu pun anak Setolah tidak kunjung direkrut oleh perusahaan tambang tersebut.
“Tidak ada tindak lanjut. Kami sudah beberapa kali menghubungi pihak Amman, tapi tidak pernah ada jawaban maupun kejelasan. Kami hanya menuntut hak sesuai perjanjian,” tegas Yuliana.
Ia menyebut, lahan keluarga kini sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi karena telah menjadi bagian dari area operasi pertambangan. Karena itu, perusahaan diminta bertanggung jawab atas kesepakatan yang sudah mengikat secara hukum.
Baca Juga : Pemuda Desa Madawau Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kepala Desa
“Kami berharap pemerintah daerah hadir dan memastikan hak warga tidak diabaikan,” ujar salah satu tokoh pemuda yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara belum memberikan tanggapan meski redaksi telah mengupayakan konfirmasi resmi. (*)

