HEADLINE

Debit Kecil, Tagihan Makin Naik: DPRD Mataram Pertanyakan Alasan Pembengkakan Tagihan PDAM Giri Menang

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE, menyoroti keluhan pelanggan PDAM Giri Menang yang merasa tarif air melonjak, sementara debit air justru makin kecil. Ia menyebut kondisi itu sebagai bentuk ketimpangan pelayanan yang tidak bisa dibiarkan.

“Banyak warga mengadu, bayarnya naik tapi airnya tidak naik. Saya sendiri alami, tagihan bulan lalu dua ratus ribu, sekarang jadi tiga ratus sekian. Padahal tekanan airnya lemah, tidak kuat naik ke shower kamar mandi,” ujar Misban saat ditemui di Mataram, Rabu (15/10).

Menurutnya, kenaikan tagihan ini tidak bisa disebut wajar jika tidak dibarengi penjelasan terbuka dari pihak PDAM. Ia bahkan menyebut adanya dugaan “tarif siluman” yang muncul tanpa pemberitahuan resmi.

Baca Juga : Polda NTB Selidiki Dugaan Gratifikasi di Lingkup Pemprov NTB

“Kalau air tidak lancar tapi tagihan melonjak, masyarakat berhak curiga. Jangan-jangan bukan tarifnya saja yang naik, tapi ada hitungan meteran yang salah atau bahkan permainan di sistem pembacaan,” katanya.

Misban menegaskan, air adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dikelola dengan logika komersial semata. Ia mengingatkan PDAM agar menempatkan kepentingan publik di atas keuntungan perusahaan.

“Air itu hak rakyat. Kalau PDAM mencari untung berlebih sementara warga kesulitan mandi dan berwudhu, itu sudah melenceng dari tugas pelayanan publik,” tegasnya.

Komisi II DPRD Kota Mataram, kata dia, akan memanggil Direksi PDAM Giri Menang untuk dimintai klarifikasi terkait lonjakan tagihan dan lemahnya tekanan air di sejumlah wilayah, seperti Kekale dan Ampenan.

Baca Juga : Pimpinan Dan Wakil DPRD KSB Kompak Bungkam Soal Legislator Main Proyek MBG

“Kami akan panggil hari Senin. Harus dijelaskan secara terbuka, apakah benar tarif tidak naik seperti klaim direksi, atau justru ada kebijakan diam-diam yang merugikan pelanggan,” ujarnya.

Redaksi Narasimedia.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *